Banyumas Siapkan Lahan 140 Hektare untuk Kawasan Industri

Editor: Makmun Hidayat

Bupati Banyumas, Achmad Husein di sela-sela kunjungan ke pusat garmen di eks Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas, Selasa (7/1/2020) menjelaskan tentang kawasan industri. -Foto: Hermiana E. Effendi

BANYUMAS — Berbagai terobosan terus dilakukan Bupati Banyumas, Achmad Husein untuk menarik investor ke Banyumas. Salah satunya adalah menyiapkan lahan seluas 140 hektare untuk pusat industri yang akan dibangun di Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

“Sudah ada 20 pengusaha garmen yang siap berinvestasi di Banyumas dan kita sudah punya 40 hektare lahan di Wangon, ditambah dengan milik swasta seluas 100 hektare sehingga total ada 140 hektare lahan yang kita siapkan untuk kawasan industri,” jelas Bupati, Selasa (7/1/2020).

Tahun ini, Pemkab Banyumas mentargetkan untuk pembebasan lahan pada akses jalan masuk kawasan industri dan pembangunan akses jalan masuk. “Sudah dianggarkan Rp 200 juta untuk tahun ini,” kata Husein.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan Kementerian Perindustrian dan mendapat dukungan penuh untuk segera merealisasikan kawasan industri di Banyumas. Terlebih dengan adanya akses jalan tol Cilacap – Tasik yang akan mempercepat transportasi.

Husein mengaku tidak mudah untuk membujuk para pengusaha garmen supaya mau berinvestasi di Banyumas. Sehingga pihaknya memberikan beberapa kemudahan. Antara lain, bagi perusahaan yang mampu menyerap minimal 500 tenaga kerja lokal, maka akan digratiskan biaya proses perizinannya. Saat ini perbup tentang ketentuan tersebut sedang disusun.

Upaya jemput bola investor ini, akhirnya membuahkan hasil. Salah satu perusahaan garmen besar sudah buka di Banyumas dan menempati eks bangunan Pabrik Gula Kalibagor.

“Saya sangat berkepentingan untuk mengawal pabrik garmen ini, supaya perkembangannya bagus, tidak mengalami kendala, karena jika pabrik garmen pertama ini sukses, maka yang lain akan berdatangan ke Banyumas,” tuturnya.

Sementara itu, Manager PT Sansan Saudaratek Jaya, Hasanudin mengatakan, pihaknya memang mendapatkan kemudahan dalam mengurus perizinan, namun tetap semua persyaratan harus dipenuhi.

“Dari Pemkab Banyumas ada kemudahan untuk mengurus perizinan, tetapi semua persyaratan harus dipenuhi terlebih dahulu, hanya waktu mengutus lebih cepat dan sangat dibantu dari sisi suplai informasi persyaratan dan sebagainya,” terangnya.

Hasan menegaskan, jika iklim investasi di Banyumas tetap kondusif seperti sekarang ini, maka bukan tidak mungkin puluhan pengusaha garmen di Bandung akan beralih ke Banyumas.

Lihat juga...