Banjir Bawa Berkah Buka Sewaan ‘Charger’ untuk Warga Duri Kosambi
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Banjir membuat berkah bagi Muhidin (50) yang menyewakan charger-an ponsel di sekitar wilayah Pondok Randu, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat untuk warga sekitar yang membutuhkan.
Pasalnya, semenjak banjir dan listrik padam warga sangat membutuhkan pengisian baterai ponsel pintarnya untuk terus berkomunikasi ke sanak saudara.
“Jadi begini, karena manusia banyak kebutuhan yang udah tergantung dengan handphone maka kita bantu dengan sediain diesel,” ucap Muhidin kepada Cendana News di lokasi penyewaan charger-an ponsel di Jalan Raya Pondok Randu, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020) sore.
Dia mengatakan pengisian baterai ponsel pintar ini dikenakan harga sebesar Rp5.000 sampai penuh. Dengan harga segitu, untuk pembelian bahan bakar bensin diesel agar tetap nyala.
“Nge-charger kita kenain harga cuma Rp5.000 pada satu handphone sampai baterai penuh. Duitnya nanti saya belikan bensin lagi,” tuturnya.
Muhidin menyebutkan sudah dua hari membuka usaha dadakan bantu warga sekitar. Sejak semalam, akunya, mendapatkan omset bisa Rp500.000. “Alhamdulilah, cukup tinggi dapat biaya. Itung-itung nambah pemasukan,” ujarnya.
Dengan adanya bantuan kecil seperti ini, Muhidin berharap, bisa membuat warga sekitar terbantu dan terus memberikan kabar ke keluarganya. Dia mengaku senang lihat antusias warga untuk berburu penyewaan charger-an listrik.
“Mudah-mudahan dengan adanya ini kita bantu masyarakat. Sehingga dalam komunikasi keadaan darurat ini masyarakat terus sambung hubungan ke keluarganya,” tuturnya.

Dia menjelaskan sebagai manusia harus memberikan pertolongan untuk kebaikan bersama. “Kita saling tolong menolong untuk kebaikan manusia,” ungkapnya.
Dia berharap, banjir dan mati lampu seperti ini tidak terulang lagi. Namun dia tidak bisa menyangkal terjadi adanya musibah. “Ya mudah-mudahan jangan sampai terjadi seperti ini. Besar apa pun, apa namanya musibah tetap terasa di diri kita,” ujarnya.
Sementara, salah satu warga, Robert mengatakan sangat terbantu dengan adanya penyewaan pengisian baterai ini. Memudahkan berkomunikasi dengan keluarga dan mencari informasi soal banjir dan hujan.
“Ngebantu banget, soalnya baterai ponsel saya benar-benar lowbat. Jadi saya bisa hubungin saudara dan cari informasi soal cuaca saat ini,” kata Robert.
Sementara untuk biaya, kata Robert, mengaku tidak terlalu mahal. Apalagi dengan harganya segitu, bisa sampai pengisian baterai penuh. Dia menyambut baik dan memberi aprsiasi dengan adanya ide penerimaan pengisian baterai handphone tersebut.
“Kita enggak mempermasalahin soal biaya, harga segitu gak terlalu mahal. Saya apresasi atas ide-idenya ini,” ujarnya.
Dia mengatakan sampai saat ini sulit hubungi call center PLN 123 saat banjir di Jakarta dan sekitarnya. Banjir yang melanda Jabodetabek membuat PLN memadamkan listrik di wilayah yang tergenang air.
Banyak masyarakat tak bisa menghubungi PLN dan mendapatkan keterangan serta penjelasan mengenai listrik yang padam.
Robert mengaku sering mencoba menghubungi call center PLN di 123 beberapa kali melalui beberapa operator telekomunikasi. Namun, tak satu pun percobaan telepon tersebut berhasil menyambung ke petugas PLN.
“Kemarin saya coba hubungi call center PLN 123 untuk tanyain pemadaman listrik ini sampai kapan, tapi gak bisa-bisa,” sebutnya.
Menanggapi hal itu, EVP Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka menjelaskan call center 123 sulit dihubungi karena terlalu banyak orang yang mencoba menghubungi PLN dalam satu waktu.
“Iya, lagi crowded. Artinya terlalu banyak orang yang telepon ke sana. Sulit, memang,” kata Made saat dikofirmasi Cendana News tertulis.
Made menyebut situasi ini tak bisa diselesaikan dalam waktu dekat. PLN akan melakukan evaluasi agar di kemudian hari call center tak lagi sulit dihubungi saat situasi darurat.
“Memang enggak bisa membalikkan telapak tangan. Butuh pelebaran bandwidth atau tambahan kursi, tapi enggak bisa sekarang. Kita akan evaluasi,” tutur Made.
Selain melalui call center 123, masyarakat juga mencoba menghubungi PLN melalui media sosial seperti Twitter.
Sebelum dinyalakan, kata Made, PLN terus menginspeksi, membersihkan, mengeringkan, mengecek gardu distribusi yang terkena dampak banjir. Sehingga listrik di lokasi terdampak banjir dapat dinyalakan kembali.
Dia memastikan jaringan listrik warga sudah kering dan siap untuk dialiri listrik dengan menandatangani berita acara penyalaan bersama perwakilan warga. Dalam proses pemulihan, PLN juga menyiagakan 2.337 personil yang tersebar di Jabodetabek.
Selain itu, PLN menyiapkan 13 perahu karet yang disebar di tiga lokasi terdampak banjir terparah, yaitu Cengkareng, Bandengan, dan Kebun Jeruk.
“Salah satu kesulitannya, kami belum bisa memastikan instalasi di rumah pelanggan dalam keadaan aman. Untuk memastikan, kami juga membutuhkan kesepakatan dari perwakilan warga bahwa instalasi di dalam rumah aman,” tutup Made.