Aparat Gabungan di Bali Siaga Antisipasi Bencana Alam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Polda Bali menggelar Apel Gabungan bersama TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk Penanggulangan Bencana Alam bertempat di lapangan Iptu. S. Soetarjo, Mako Brimob, Tohpati, Sabtu (4/1/2020).

Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol Djoko Prihadi, mengatakan, apel ini dilakukan melihat perkembangan situasi nasional saat ini, banyak terjadi bencana alam dampak perubahan cuaca, dan berdasarkan perkiraan wilayah Bali sudah memasuki musim hujan, sehingga perlu diwaspadai hujan lebat dan angin kencang, sehingga rawan akan terjadinya bencana alam.

Oleh sebab itu, mencermati hal tersebut diperlukan langkah proaktif untuk membantu masyarakat yang terkena bencana, seluruh anggota polri agar siap siaga dan all out bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Tujuannya yaitu untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan apel gabungan di Tohpati Denpasar, Sabtu (4/1/2020).

Pihaknya juga berpesan agar setiap anggota untuk menjaga kesehatan dan stamina serta yang terpenting menjaga keselamatan diri dalam melaksanakan tugas.

Sementara itu, Kepala BPBD Bali, Made Rentin, menegaskan, hasil rekapitulasi data bencana Provinsi Bali tahun 2019 bersumber dari BPBD Provinsi Bali melalui UPTD Pengendalian Bencana Daerah (Pusdalops PB) menunjukkan tren peristiwa menurun, dan korban bencana menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya

Dikatakan, selama tahun 2019, BPBD Provinsi Bali mencatat  1094 kejadian bencana yang didominasi hidrometereologi seperti kekeringan, banjir, tanah longsor dengan persentase 81 % bencana hidrometerelogi dan 19 % geologi.

Dari angka tersebut , BPBD Provinsi Bali mencatat dampak korban jiwa akibat bencana 2 korban meninggal. Sedangkan data kerugian sebesar Rp. 8.792.100.000.

“Melihat dari proyeksi prakiraan bencana tahun 2020 dan berbagai sumber dari lembaga serta pakar, serta tren yang harus diwaspadai adalah jenis bencana hidrometerologi dan geologi seperti kekeringan, cuaca ekstrem, gempa bumi, bencana vulkanologi seperti erupsi gunung api,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau , agar masyarakat Bali tetap waspada dan menggunakan informasi peringatan dini yang terpercaya dalam pengambilan keputusan kesiapsiagaan.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, dalam rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana bahwa pencegahan adalah hal mutlak dan harus segera dilaksanakan.

“Urusan bencana adalah urusan bersama, sinergi pemerintah dan masyarakat dengan mengutamakan kearifan lokal Bali akan menguatkan kesiapsiagaan bencana,” tutup Made Rentin.

Sebelum apel diawali dengan mengecek alutsista kendaraan dan peralatan yang telah dipamerkan dalam apel tersebut.

Lihat juga...