Pertahankan Budaya Tradisi, TMII Gelar Tari Kreasi Tradisional Anak
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
JAKARTA — 51 sanggar dari berbagai daerah ambil bagian dalam Tari Kreasi Tradisional Anak Kelompok Sanggar ke-5 tahun 2019 yang digelar Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ragam tari kreasi oleh para penari usia 9-13 tahun di Panggung Kancil Istana Anak-Anak Indonesia (IAAI) TMII, Jakarta, pada Minggu (15/12/2019) menyedot perhatian penonton dan pengunjung wahana yang diprakarsai oleh Ibu Tien Soeharto tersebut.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa,” sebut Koordinator Unit Badan Pelaksana Pengelola TMII, Diono S.Pd kepada Cendana News ditemui di sela-sela lomba di IAAI TMII, Jakarta, Minggu (15/12/2019).
Disebutkan, tidak hanya antusias dari penonton, pesertanya juga meningkat dari tahun sebelumnya. Dimana pada 2018 hanya diikuti 38 peserta menjadi 51 peserta dari berbagai daerah. Di antaranya, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan lainnya.
“Lomba tari kreasi tradisional anak kelompok sanggar ke 5 ini sangat luar biasa, pesertanya ada 51 sanggar,” katanya.
Dengan komitmen melestarikan budaya bangsa, menurutnya, TMII melalui IAAI memberikan hiburan kepada generasi milenial dengan kreativitas tari tradisional. Diharapkan akan menumbuhkan cinta budaya di hati generasi milenial yang menyaksikan lomba ini.
Diono menegaskan, bahwa ragam lomba budaya bangsa yang ditampilkan oleh TMII seperti tari kreasi tradional anak ini, adalah salah satu upaya mengenalkan tarian khas daerahnya kepada generasi muda dan juga turut melestarikannya.
“Sebuah inspirasi untuk kita semua bahwa prakarsa yang mulia Ibunda Tien Soeharto, dengan visi TMII kedepannya sebagai penciptaan ruang budaya untuk pelestarian, edukasi dan perlindungan budaya bangsa. Ini harus kita laksanakan khususnya di TMII untuk memberikan wawasan budaya kepada generasi muda,” ujar Diono.
https://youtu.be/c8CGryhnkLc
Adapun pesan yang akan disampaikan dalam lomba ini, jelas dia, adalah karena sekarang ini era dunia yang semakin sempit yakni era digitalisasi. Dimana anak-anak muda sibuk dengan gugdet.
“Pesan kami sangat sederhana, adalah anak muda ini untuk belajar bagaimana budaya bangsa kita dengan era digital turut melestarikan budaya bangsa, contohnya menbagikan ke medsos lomba tari kreasi ini,” ujarnya.
Diharapkan dapat peningkatan di dalam pengembangan dan pelestarian budaya bangsa.
“TMII mengajak, anak-anak muda jangan malu berkreasi untuk memberikan satu sungguhan budaya kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, kegiatan tersebut diawali dengan penampilan Creative Dance Mutia Studio dengan tarian ‘Kalang Sunda’. Gerak gemulai para penari belia itu sangat memukau. Begitu juga dengan penampil kedua yaitu, SDN Papandayan Bogor, Jawa Barat, dengan tari ‘Nandak Ambrek’ sangat mempesona.

Ini terlihat dari gerakan tubuh lincah mereka saat menari. Busana yang dikenakan para penari itu juga sangat elegan dengan paduan warna yang senada.
Tidak ketinggalan penampilan peserta berikutnya juga mampu membius penonton hingga tak beranjak dari tempat duduknya.