Permudah Promosi, Wisata di Banyumas Dibagi Lima Zonasi

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO – Guna mempermudah promosi dan dalam upaya mengangkat potensi-potensi masing-masing lokasi wisata, Kabupaten Banyumas membagi kawasan wisata menjadi lima zona. Zonasi ini diterapkan sesuai dengan potensi masing-masing kecamatan.

Anggota DPRD Banyumas, Didi Rudianto mengatakan, pembagian zonasi ini sudah tertuang dalam peraturan daerah yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas nomor 5 tahun 2018 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Banyumas tahun 2018-2033.

Lima zonasi yang ditetapka yaitu, zona wisata belanja dan kuliner, zona wisata alam, zona wisata minat khusus, zona wisata ziarah dan zona gabungan wisata alam dan budaya.

“Kabupaten Banyumas ini sangat kaya potensi wisata, terutama wisata alam dan wisata religi, sehingga dengan adanya pembagian zonasi ini, diharapkan pengembangan ke depan lebih terarah, terukur dan mempermudah untuk promosi keluar daerah,” kata Didi Rudian, Minggu (22/12/2019).

Anggota DPRD Banyumas, Didi Rudian ditemua di kawasan Baturaden, Minggu (22/12/209). -Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk zona wisata belanja dan kuliner, meliputi wilayah Kota Purwokerto. Sebelumnya, Kota Purwokerto lebih dikenal sebagai wisata belanja saja, seiring perkembangan muncul banyak rumah makan.

Wisatawan luar daerah yang akan menikmati kuliner, dimudahkan dengan adanya sistem zonasi tersebut. Informasi pusat-pusat kuliner yang berkualitas di Kota Purwokerto dengan mudah mereka peroleh. Wisata kuliner juga tumbuh subur di sekitar kawasan wisata.

“Kuliner di luar Kota Purwokerto tetap diperbolehkan, karena pembagian zonasi dalam perda ini sifatnya untuk mempermudah informasi bagi wisatawan. Dan terbuti pusat-pusat kuliner tumbuh subur di Kota Purwokerto dan sekitarnya,” jelasnya.

Zonasi selanjutnya adalah wisata alam yang mencakup Kecamatan Sumbang, Baturaden dan Kedungbanteng. Pada tiga kecamatan tersebut, banyak terdapat wisata alam mulai dari Lokawisata Baturaden, wisata telusur sungai di Desa Karangtengah serta berbagai macam wisata tubing.

Selama ini, kunjungan wisata di Kabupaten Banyumas sebagian besar terpusat di Lokawisata Baturaden, sehingga banyak terjadi kemacetan di sekitar wilayah tersebut. Dengan adanya zonasi ini, maka informasi menyebar dan kunjungan wisatawan mulai menyebar. Di kawasan Baturaden juga tumbuh pesat berbagai macam wisata alam, mulai dari The Village, Small World, Caping Park, GWK dan lain-lain.

Untuk wisata alam yang tumbuh di luar tiga kecamatan tersebut, tetap diperbolehkan, namun sebagai rujukan wisata alam di wilayah Kabupaten Banyumas, adalah tiga kecamatan yang masuk dalam zona wisata alam.

Untuk zona wisata minat khusus, ditetapkan dua kecamatan yaitu Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Banyumas. Wisata minat khusus yang ditonjolkan adalah wisata batik dan dua kecamatan tersebut paling banyak terdapat pusat-pusat pengrajin batik khas Banyumasan.

Sementara itu, untuk wisata religi dan ziarah, ditetapkan mulai dari Kecamatan Karanglewas, Cilongok, Wangon, Ajibarang dan Kebasen. Di lokasi tersebut terdapat banyak makam tokoh-tokoh, seperti makam Syekh Maqdum Wali di Karanglewas. Serta beberapa petilasan yang tersebar pada lima kecamatan tersebut.

Terakhir adalah wisata campuran, mulai dari wisata alam dan budaya. Kecamatan Somagede, Kemranjen, Sumpiuh dan Tambak menjadi rujukan zona untuk wisata tersebut. Didi Rudianto mencontohkan tradisi berendam di sungai pada setiap malam 1 Suro, menjadi salah satu andalan wisata budaya di wilayah Banyumas bagian timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata  (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asiz Kusumandani mengatakan, pembagian zonasi dalam pariwisata Banyumas ini selanjutnya menjadi panduan bagi para biro wisata saat berkunjung ke Kabupaten Banyumas. Zonasi wisata juga memudah biro perjalanan untuk dalam menawarkan jenis wisata kepada konsumen.

“Zonasi ini juga mempromosikan masing-masing keunggulan wisata di Banyumas dan dengan sinergitas pelaku wisata serta biro perjalanan yang baik, maka potensi wisata Banyumas akan terpromosikan lebih maksimal,” pungkasnya.

Lihat juga...