MT 1, Baru 2000 Ha Sawah di Banyumas yang Ditanami Padi
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
BANYUMAS — Memasuki awal bulan Desember, para petani di Kabupaten Banyumas yang mulai menanam padi masih sangat sedikit. Dari total luas lahan pertanian 32.000 hektare, baru sekitar 2.000 hektare yang sudah mulai ditanami padi.

Masih minimnya lahan yang mulai ditanami ini, karena curah hujan masih jarang, meskipun sudah memasuki musim penghujan. Petani masih khawatir kebutuhan air untuk tanaman padi yang baru ditanam tidak terpenuhi. Terlebih untuk yang lahannya masuk kategori sawah tadah hujan.
“Sudah masuk musim penghujan, tetapi curah hujan masih minim, sehingga petani yang mulai menanam padi juga masih sangat sedikit. Mudah-mudahan di Desember ini sudah bertambah banyak yang tanam,” terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso, Senin (2/12/2019).
Lebih lanjut Widarso menjelaskan, saat ini sudah masuk musim tanam (MT) 1, yang dimulai Oktober 2019 hingga Maret 2020. Sementara hingga awal Desember ini, baru sekitar 2.000 yang mulai ditanami. Sehingga kemungkinan besar, panen raya di Banyumas akan mundur.
Untuk lokasi yang sudah mulai tanam antara lain di Kecamatan Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Cilongok dan Karanglewas.
Dari data Dinas Pertanian, Patikraja area sawahnya mencapai 1.434 ha dan Karanglewas seluas 960 hektare semuanya merupakan irigasi. Sementara untuk Cilongok, terbagi sebanyak 1.598 hektare irigasi dan 376 ha tadah hujan. Ajibarang sawah irigasi ada 1.094 hektare dan sawah tadah hujan hanya 509 hektare dan di Pekuncen, irigasi mencapai 1.544 hektare dan tadah hujan hanya 268 hektare.
“Untuk wilayah yang sebagian besar merupakan sawah irigasi saja, yang mulai tanam masih sedikit, apalagi di wilayah yang sebagian besar merupakan sawah tadah hujan,” kata Widarso.
Seperti di Kecamatan Purwojati, area sawah seluruhnya merupakan sawah tadah hujan, yaitu seluas 1.005 hektare. Kemudian di Kecamatan Lumpir sawah tadah hujan mencapai 950 hektare dan sawah irigasi hanya 95 hektare. Praktis pada dua kecamatan tersebut belum ada yang mulai tanam.
“Kita mengimbau agar para petani di Banyumas segera melakukan pengolahan tanah, membuat persemaian, sehingga saat curah hujan tinggi nanti, sawah sudah ditanami dan gunakan peralatan pertanian secara optimal,” pungkasnya.