Baznas Banyumas Diminta Tingkatkan Target Zakat

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banyumas, dinilai cukup signifikan. Karenanya, Bupati Banyumas meminta agar target perolehan zakat Baznas lebih ditingkatkan lagi.

Pada awalnya, Baznas mentargetkan perolehan zakat  tahun ini sebesar Rp8,5 miliar, namun bupati meminta agar bisa mencapai Rp10 miliar. Demikian pula dengan tahun mendatang, bupati meminta Baznas bisa mencapai target hingga Rp11.5 miliar.

“Baznas Banyumas sudah banyak membantu masyarakat miskin, sehingga saya akan mengimbau kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyalurkan zakat, infaq dan sedekah melalui Baznas, supaya Baznas sendiri bisa meningkatkan target perolehan zakatnya,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, dalam rapat Rencana Kerja dan Anggaran Tahun (RKAT) 2020, di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kamis (19/12/2019).

Pada kesempatan tersebut, bupati juga meminta kepada para kepala dinas dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk meningkatkan pengumpulan zakat di instansi masing-masing.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, dalam rapat Baznas di pendopo Sipanji, Kamis (19/12/2019). –Foto: Hermiana E. Effendi

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Banyumas, H Umar AR, mengatakan jika sesuai target awal, maka sampai dengan minggu ke tiga bulan Desember ini, pihaknya sudah mengumpulkan zakat Rp9,25 miliar. Artinya, zakat yang terkumpul sudah melebihi target 2019 sebesar Rp8,5 miliar.

“Namun, karena Pak Bupati meminta tahun ini bisa digenapkan menjadi Rp10 miliar, maka di sisa waktu Desember ini akan kita upayakan untuk memenuhi target tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Umar menjelaskan, sejauh ini peluang untuk peningkatan perolehan zakat, infak dan sedekah (ZIS) masih cukup besar, karena masih ada beberapa potensi yang belum tersentuh atau pun belum digarap maksimal. Antara lain adalah kalangan ASN Banyumas yang belum semuanya menyalurkan ZIA melalui Baznas.

“Kalau dihitung-hitung, potensi yang sudah kita garap dengan maksimal baru sekitar 18,16 persen, sehingga peluangnya masih sangat besar,” jelasnya.

Umar juga memaparkan, distribusi ZIS yang selama ini sudah dilakukan Baznas antara lain dalam bentuk pemberian sembako untuk warga kurang mampu, biaya pengobatan, santunan bagi penyandang cacat dan biaya pendidikan bagi warga miskin.

Dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat, Baznas juga memberikan bantuan modal usaha untuk pedagang kecil, bantuan bedah rumah, bantuan air bersih hingga bantuan untuk korban bencana alam.

Dari data Baznas Banyumas, sepanjang 2019 sudah melakukan bedah rumah sebanyak 178 unit. Untuk bedah rumah skala besar, anggarannya mencapai Rp15 juta hingga Rp16 juta, sedangkan untuk bedah rumah skala kecil, antara Rp3 juta hingga Rp7 juta.

“Kita juga membantu para pedagang kecil yang terlilit utang kepada rentenir, ada 70 kelompok yang kita bantu, dengan total jumlah anggota mencapai 1.128 orang. Nilai utang mereka tidak begitu besar, hanya kisaran Rp200.000 hingga Rp500.000, namun jumlahnya cukup banyak,” pungkasnya.

Lihat juga...