Antisipasi Kemacetan ASDP Bakauheni Siagakan 29 Loket Kendaraan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Hadapi angkutan libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) lakukan sejumlah antisipasi.
Penyiapan loket kendaraan yang lebih banyak dibanding hari biasa dilakukan mencegah kemacetan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.
Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut, sebanyak 29 loket kendaraan disiagakan. Pada kondisi normal loket yang disiapkan hanya sebanyak 15 loket dan akan ditambah dengan loket portable saat angkutan Nataru.
Loket yang disiapkan meliputi 3 loket motor di dermaga eksekutif, 9 loket motor di dermaga reguler, 11 loket mobil di dermaga reguler dan 6 loket mobil di dermaga eksekutif.
Penambahan loket pembelian tiket di gerbang pelabuhan (toll gate) disebut Hasan Lessy mengantisipasi peningkatan volume kendaraan. Prediksi kenaikan tersebut berkaitan dengan lancarnya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari Lampung hingga Sumatera Selatan.
Antusiasme masyarakat pengguna jalan tol pada ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang masih gratis akan berdampak pada pelabuhan Bakauheni.
“Sebagian ruas tol Lampung ke Sumatera Selatan masih gratis, kondisi tersebut mendorong antusiasme masyarakat seperti saat angkutan Idul Fitri. Jadi penambahan loket akan jadi satu cara memperlancar pelayanan,” ungkap Hasan Lessy saat dikonfirmasi Cendana News usai rapat persiapan Nataru di pelabuhan Bakauheni, Kamis (12/12/2019).
Pengguna jasa yang akan menyeberang tanpa kendaraan disebutnya juga telah ditambah loket pembelian tiket. Mudahkan para pengguna jasa penumpang pejalan kaki, sekitar 16 loket pembelian tiket di sebanyak 3 dermaga reguler dan 1 dermaga eksekutif telah disiapkan alat pembelian tiket mandiri.
Menggunakan alat vending machine, penumpang yang sudah memiliki uang elektronik bisa membeli tiket secara mandiri.
Hadapi angkutan Nataru, Hasan Lessy memastikan sebanyak 69 kapal roll on roll off (Roro) disiagakan. Kapal sebanyak 69 unit tersebut 64 diantaranya siap beroperasi melayani lintas Bakauheni-Merak dan sebaliknya.
Kapal dioperasikan untuk melayani sebanyak 5 dermaga reguler dan 1 dermaga eksekutif. Kapal akan dijadwalkan sesuai dengan kebutuhan pelayaran.
“Penjadwalan waktu bongkar muat dan perjalanan kapal akan menyesuaikan dengan kebutuhan sehingga dalam sehari rata-rata dioperasikan 29 hingga 30 kapal,” tegas Hasan Lessy.
Koordinasi dengan stakeholder terkait menurut Hasan Lessy telah dilakukan. Sejumlah pihak dilibatkan dalam angkutan Nataru meliputi unsur Kepolisian, TNI, Gapasdap, Jasa Raharja, Basarnas Lampung dan stakeholder terkait.
Angkutan libur Nataru berbarengan dengan masa libur sekolah menurut Hasan Lessy berpotensi meningkatnya volume kendaraan dan penumpang.
Antisipasi keselamatan pelayaran saat Nataru, Hasan Lessy memastikan posko siaga akan disiagakan. Posko siaga menjadi sarana koordinasi sejumlah unsur jika terjadi insiden pelayaran. Selain insiden pelayaran, antisipasi kejadian kecelakaan di darat imbas lancarnya jalan tol petugas medis dan ambulance juga disiagakan.
Asisten Manager PT ASDP Bakauheni, I Putu Widhiatmaja, menyebut pola operasi Nataru telah dipersiapkan. Koordinasi manajemen rekayasa lalu lintas telah dilakukan bersama dengan unsur Ditlantas Polda Lampung.
Volume kendaraan yang diprediksi meningkat sekitar 20 persen dibanding hari biasa telah diantisipasi. Persiapan loket kendaraan serta area parkir di pelabuhan menjadi perhatian saat Nataru.
“Area parkir kendaraan di dermaga reguler dan eksekutif mampu menampung sebanyak 6.160 kendaraan campuran,” ungkap I Putu Widhiatmaja.

Jalur kendaraan yang akan masuk ke dermaga eksekutif dan dermaga reguler dibuat terpisah. Pemisahan jalur diakui I Putu Widhiatmaja telah disosialisasikan agar kendaraan tidak menumpuk di toll gate.
Sejumlah loket pembelian tiket portable bagi kendaraan roda dua menurutnya akan dilengkapi tenda agar pengendara tidak kepanasan dan kehujanan.
Pengaturan lalu lintas akan dilakukan untuk kendaraan dari Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Tol.