Terminal Eksekutif Bakauheni Fasilitasi Pemasaran Produk UMKM Lampung
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Operasionalisasi terminal eksekutif Bakauheni memberi peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memasarkan produknya di sejumlah tenant atau gerai produk kuliner, UMKM dan pasar modern.
Darmansyah, Building Manager Indonesia Ferry Property, pengelola terminal eksekutif menyebutkan konsep smart building menjadi tujuan pembangunan fasilitas dermaga eksekutif tersebut. Sebagai fasilitas dermaga transportasi kapal laut, terminal eksekutif juga difungsikan sebagai pusat bisnis.
“Sesuai dengan tujuan kehadiran terminal eksekutif berkonsep smart building okupansi sejumlah tenant terisi diawali dengan RKB dan Dekranasda yang memasarkan sejumlah produk UMKM di Lampung. Tujuannya agar para pelaku usaha kecil bisa ikut terlibat aktif berkat adanya dermaga eksekutif,” terang Darmansyah saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (26/11/2019).
Penempatan sejumlah gerai di lantai satu karena lokasi cukup strategis. Sebagai ruang loket sekaligus ruang tunggu menuju ke kapal melalui garbarata, masyarakat bisa menikmati sejumlah produk UMKM yang ditampilkan.
Koirul, penanggungjawab gerai Dekranasda Lamsel menyebut sejumlah produk UMKM tersedia di lantai satu. Hasil usaha yang ditampilkan meliputi kerajinan, kuliner serta sekaligus promosi pariwisata.
“Produk yang ditampilkan berasal dari sebanyak 17 kecamatan di Lamsel. Sebagian merupakan contoh, bisa dibeli atau langsung ke pengrajin yang membuatnya,” ungkap Koirul.
Destia Rini, salah satu pengunjung menyebut gerai Dekranasda Lamsel sangat strategis. Memiliki view pemandangan laut Selat Sunda, warga yang akan berbelanja produk UMKM bisa sekaligus melakukan rekreasi.
“Saya mampir untuk melihat produk kain tenun tapis yang cocok untuk acara resmi karena motifnya menarik,” ungkap Destia Rini.
Beroperasinya gerai Dekranasda Lamsel disambut positif oleh Tri Budianto, pelaku UMKM. Sebagai pemilik usaha kopi dengan brand Krakatoa Coffee. Selama ini produk yang dibuatnya hanya dipasarkan melalui media sosial, dijual langsung ke konsumen ke sejumlah warung.
Pemasaran melalui Dekranasda Lamsel diharapkan bisa meningkatkan jumlah penjualan. Sebab Krakatoa Coffee yang diproduksi memiliki ukuran 150 miligram hingga ukuran 500 gram. Dijual mulai harga Rp15.000 hingga Rp50.000 kopi yang dikemas dengan modern menjadikan kopi tradisional bisa bersaing dengan produk lain.