MES Berkomitmen Kembangkan Ekonomi Syariah di Padang
Editor: Koko Triarko
PADANG – Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Padang, Sumatra Barat, Hendri Septa, mengatakan, investasi dan posisi strategis bagi pengembangan ekonomi syariah saat ini terbuka lebar, dalam menciptakan iklim investasi yang ramah, dengan adanya sinergi beberapa otoritas atau lembaga. Begitu pula di Padang, MES berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi syaraiah.
“Kemarin saya diundang ke Jakarta sebagai tamu istimewa dalam kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019. Pada kesempatan itulah saya juga menyampaikan, bahwa Kota Padang kini tengah hangat membahas ekonomi syariah. Artinya, dengan adanya pertemuan di ISEF itu, kerja sama bisa terbuka lebar,” katanya, Rabu (13/11/2019).
Melihat dari sisi investasi keuangan syariah, kehadiran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang berinvestasi pada efek syariah, diyakini dapat mendorong berkembangnya investasi syariah sekaligus akan mendongkrak market size syariah.
Dalam mengembangkan ekonomi syariah, MES dan Pemko Padang menyertakan pelaku UMKM syariah, dan pesantren sebagai bentuk inklusivitas strategi pengembangan ekonomi syariah dalam rangka mendukung pengembangan ekosistem Halal Value Chain (HVC).
“Ke depan sepulang dari Jakarta ini kita akan menindaklanjuti untuk MES Padang. Jadi, segala hal yang diperoleh informasi dan tentang ekonomi syariahnya itu, kita coba jadi bahan untuk mengembangkan MES,” ujar Hendri Septa, yang juga sebagai Wakil Wali Kota Padang itu.
Menurutnya, bicara konsep ekonomi syariah, Kota Padang sudah memulai dan menerapkan konsep tersebut bagi warga kota dengan membentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) di setiap kelurahan.
Upaya tersebut sesuai dari visi Wali Kota Padang, yaitu menjadikan masyarakat Kota Padang yang madani berbasiskan pendidikan, perdagangan dan pariwisata religius yang halal serta berdaya saing.
Bahkan, visi tersebut juga sejalan dengan filosofi yang ada di Ranah Minang, yakni adat basandi syara-syara basandi kitabullah (ABS-SBK). Sejauh ini upaya tersebut juga terlihat makin konkrit dari waktu ke waktu. Untuk itu, diperlukan juga berbagai kegiatan terkait ekonomi syariah, agar lebih baik lagi ke depannya.
“Seperti acara seminar juga perlu kita lakukan. Karena sebagai langkah untuk mendukung konsep perekonomian syariah di kota Padang. Untuk itu, pengurus MES Kota Padang dan didukung MES Sumatra Barat yang terdepan melakukan berbagai langkah dan upaya tersebut,” ujarnya.
Hendri Septa mengimbau kepada warganya untuk berupaya memakai konsep syariah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dapat menjadikan masyarakat kota Padang yang beradab, yang dimulai dengan membangun konsep perekonomian syariah.
Sementara itu, kegiatan ISEF 2019 di Jakarta, menurut Wawako Padang merupakan babak baru untuk mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah nasional ke level global, dalam mewujudkan Indonesia sebagai rujukan (center of excellence) ekonomi keuangan syariah dunia.
“Padang akan kita upayakan bisa lebih baik, sehingga bisa menjadi rujukan dunia. Pengembangan ekonomi syariah khususnya terkait industri halal di Tanah Air ini, Padang kini telah memulainya,” tegasnya.
ISEF 2019 merupakan salah satu platform yang digunakan Pemerintah untuk mengintegrasikan kerja sama internasional, baik kerja sama antarpemerintah, maupun antarpelaku usaha dan para pemangku kepentingan Iainnya dalam industri halal.
Berbagai inisiatif kerja sama internasional dan kolaborasi antarIembaga akan terus didorong. Pemerintah juga tengah merencanakan ‘Halal Summit 2020’ dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global.