Bencana di Solok Selatan, Relokasi Warga Perlu Dilakukan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SOLOK SELATAN – Bantuan senilai Rp635 juta telah dibagikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Solok Selatan.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, yang turun langsung ke lokasi bencana, mengatakan, bantuan yang diberikan selain berupa uang tunai, Pemprov Sumatera Barat juga menyerahkan sejumlah bantuan lainnya berupa barang-barang kebutuhan sehari-hari bagi para korban bencana.

“Semua bantuan yang kita berikan itu berasal dari Kementerian Sosial, Pemprov Sumatera Barat dan juga dari Baznas. Semoga bantuan yang kita berikan dapat membantu masyarakat terdampak bencana alam,” katanya, Sabtu (30/11/2019).

Dikatakannya, untuk pendistribusian bantuan tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Solok Selatan, tentu dengan catatan, diberikan kepada yang benar-benar terkena dampak bencana ini.

Penegasan itu disampaikan Wagub, karena tidak ingin bantuan yang disalurkan tersebut, malah tidak dirasakan oleh masyarakat yang terkena bencana.

Nasrul menyatakan bantuan tersebut terlihat masih kurang, karena dari pantauan langsung yang dilihatnya ke lapangan, kondisi yang disebabkan oleh bencana banjir bandang dan longsor, benar-benar telah memporak-porandakan sejumlah daerah di Solok Selatan.

Wagub yang didampingi oleh Bupati Solok Selatan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana, tepatnya di Nagari Pakan Rabaa Timur, dimana terdapat 190 KK atau 595 jiwa yang mengungsi di sana.

Sampai saat ini masyarakat yang terdampak bencana masih berada di pengungsian, karena kondisi rumah ada yang rusak.

Selain membuat rumah warga yang rusak, masyarakat setempat menyatakan ada sejumlah sawah-sawah mereka yang tertimbun oleh tanah, pasir dan batu-batu. Harapan masyarakat setempat kepada pemerintah, agar ada upaya pemerintah untuk dapat membersihkan kembali, karena itu satu-satunya mata pencaharian masyarakat.

Melihat hal itu, Nasrul berharap, untuk pemulihan pascabencana bisa dibantu dari BNPB dan juga Kementerian PUPR. Karena jika ditopang sepenuhnya oleh daerah, diperkirakan tidak akan mencukupi memperbaiki kondisi yang ada tersebut.

“Kalau APBD Solok Selatan sudah ketok palu, maka kita berharap bantuan dari Pusat. Dan informasi yang kita dapat, Kepala BNPB akan datang ke sini dalam waktu dekat,” ujar Nasrul Abit.

Wagub juga menyebutkan ada kemungkinan perlu dilakukan relokasi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah bencana. Akan tetapi untuk menjalankan hal tersebut, butuh kesepakatan antara Pemkab Solok Selatan dengan masyarakat.

“Kalau masyarakat mau tentu akan lebih aman, apalagi lahan untuk relokasi tersebut kabarnya sudah disediakan oleh Bank Nagari, namun harus tetap memperhatikan perekonomian mereka nantinya,” sebutnya.

Terkait penyebab terjadi bencana tersebut, kata Wagub, dugaan sementara disebabkan tebing-tebing yang terlalu curam, intensitas hujan yang tinggi ditambah kontur tanah yang labil. Namun ke depan perlu diketahui pasti akibat bencana yang melanda Solok Selatan itu.

Sementara itu, Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, mengatakan, soal kerugian, yang tercatat hingga Jumat kemarin, kerugian rumah dan fasilitas umum senilai Rp14,3 miliar lebih. Sementara untuk kerugian kerusakan irigasi dan sungai Rp41,9 miliar lebih, sedangkan kerusakan di sektor pertanian senilai Rp1 miliar lebih.

“Jadi kalau ditotalkan untuk sementara ini kerugian yang disebabkan oleh bencana tersebut mencapai senilai Rp57,3 lebih,” jelasnya.

Menurutnya, untuk pengungsi atau yang terdampak pada dua kecamatan yakni sungai pagu dan koto parik gadang diateh sebanyak 12.000 jiwa. Selain itu untuk masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, yakni sampai dengan 5 Desember 2019.

Lihat juga...