‘Artcofest’ Angkat Potensi Kopi di Malang
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MALANG – Malang merupakan salah satu produsen kopi di Indonesia khususnya JawaTimur. Setidaknya terdapat empat kecamatan produsen kopi di kabupaten Malang yang menjadi sumber kopi potensial untuk diangkat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang, Azka Subhan, mengatakan sebenarnya banyak potensi kopi di wilayah Malang yang bisa dikembangkan agar lebih dikenal masyarakat.

Contohnya potensi kopi di kecamatan Ampel Gading, Sumber Manjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit atau yang lebih dikenal dengan wilayah Amstirdam.
“Kopi Malang memang punya potensi, tapi secara nasional kopi Malang belum setenar kopi lainnya seperti kopi Gayo maupun kopi Toraja. Untuk itu BI Malang ingin mengangkat kopi-kopi yang ada di wilayah Malang dan sekitarnya agar bisa terkenal,” jelasnya dalam pembukaan Artcofest di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (30/11/2019).
Menurutnya, ada dua hal yang bisa menjadikan kopi memberikan manfaat bagi masyarakat. Pertama adalah bermunculannya kedai-kedai kopi di Malang raya yang tumbuh cukup pesat.
“Saya mendapatkan informasi ada sekitar 500 kedai kopi yang ada di wilayah Malang, mulai dari yang kecil sampai yang paling bagus. Hal tersebut karena saat ini kopi tidak hanya dinikmati orang tua saja, tapi sekarang justru kebanyakan yang menikmati kopi di kedai-kedai adalah para milenial anak-anak muda,” ungkapnya.
Menurut Azka, dengan bermunculannya ratusan kedai kopi, selain membuka lapangan kerja, juga mampu menggerakkan industri lainnya untuk berkembang. Kedai kopi pasti membutuhkan gula, sehingga otomatis industri gula ikut berkembang.
“Jadi gara-gara kopi, sektor industri yang lainnya juga ikut berkembang. Kemudian yang kedua, kopi ternyata secara nasional berpotensi untuk diekspor ke berbagai negara,” tandasnya.
Lebih lanjut disampaikan Azka, pihaknya telah mengajak berbagai pihak untuk turut mengembangkan kopi Malang, termasuk kerjasama dengan perguruan tinggi.
“Kami juga banyak bekerjasama dengan teman-teman di UB. Karena setidaknya kopi bisa dikaitkan dengan tiga fakultas yaitu fakultas ekonomi dari sisi bisnisnya, fakultas pertanian dari sisi produksinya, kemudian fakultas teknologi pertanian dari segi pengolahan kopinya,” terangnya.
Melalui Artcofest, diharapkan semua elemen yang terkait dengan kopi bisa berkumpul di acara tersebut, mulai dari petani, pedagang, kedai kopi, eksportir dan akademisi.
“Kami juga ingin menumbuhkan kepada para milenial terkait bisnis kopi, dengan menghadirkan pakar-pakar atau pengusaha di bidang kopi. Dengan begitu harapan ke depan, kopi Malang bisa lebih terangkat lagi dan lebih ngetop,” pungkasnya.