Peretasan Data Medis, Sejuta Orang Selandia Baru Terancam

Ilustrasi petugas memberikan perawatan kepada seorang korban pasca penembakan yang menewaskan 40 orang di masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) – Foto Ant

MELBOURNE – Hampir satu juta orang Selandia Baru menghadapi risiko, karena data medis mereka telah diakses secara gelap. Hal itu terjadi, setelah serangan maya terhadap jejaring Tora Compass Health terjadi.

Jejaring tersebut diretas pada Agustus. “Tapi penyelidikan juga mengungkapkan, serangan sebelumnya sejak 2016 sampai Maret 2019,” kata Tora Compass Health, perusahaan pengumpul dan penganalisi informasi pasien itu, Sabtu (5/10/2019).

Martin Hefford, Pejabat Kepala Pelaksana Tora dalam kesempatan pernyataan mengatakan, meskipun aksi tersebut tidak sah dan pekerjaan penjahat maya. Tanggung jawab dari perusahaan tersebutlah untuk menjaga keamanan data orang. “Dan kami telah gagal melakukan itu,” tandasnya.

Tora dan Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengatakan, mereka tak bisa memastikan apa dampak serangan maya tersebut terhadap informasi yang diakses. Tora mengatakan perusahaan itu memegang data kesehatan orang-orang dari Wilayah Wellington, Wairarapa dan Manawatu mulai 2002.

Kementerian Kesehatan mengatakan di dalam satu pernyataan, bahwa data itu tidak mencakup nota yang dibuat pada konsultasi yang telah dilakukan pasien dengan dokter umum. Tapi mencakup informasi lain meliputi informasi pendaftaran di pusat medis, Nomor Indeks Kesehatan Nasional pasien, nama, tanggal lahir, etnik dan alamat.

Dalam beberapa kasus, Tora juga memegang informasi klinik tambahan yang digunakan buat promosi kesehatan, seperti status merokok, dan buat penanganan kondisi kronis seperti diabetes.

Lihat juga...