Padang Punya Potensi Industri Kelautan dan Perikanan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Industri kelautan dan perikanan yang ada di Kota Padang, Sumatera Barat, memiliki potensi dan peluang untuk dikembangkan. Hal ini didukung sumber daya alam, seperti ketersediaan ikan yang cukup besar, area melaut yang dekat serta kondisi perairan yang mendukung.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, perlu mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi pengembangan industri perikanan di Kota Padang. Kepada banyak pihak, nantinya akan memberikan berbagai gagasan dan saran agar memperoleh manfaat dari pengembangan industri perikanan.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, yang ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu/Foto: M. Noli Hendra

“Industri kelautan dan perikanan di Kota Padang didukung dengan keberadaan Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus yang mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap. Dengan adanya hal ini, maka Padang memiliki peluang dan potensi yang bisa dikembangkan untuk perikanannya,” kata Mahyeldi, dalam Seminar Nasional bertema ‘Meningkatkan Industri Kelautan dan Perikanan Berbahan Baku Unggulan untuk Kesejahteraan Pelaku Usaha Perikanan’ di Hotel Pangeran Beach, Kamis (24/10/2019).

Menurut Mahyeldi, dalam seminar ini mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi pengembangan industri perikanan di Kota Padang. Peserta  memberikan berbagai gagasan dan saran agar memperoleh manfaat dari pengembangan industri perikanan.

“Pengembangan industri perikanan mendukung misi Pemerintah Kota Padang ke-3 meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Adapun langkah-langkah yang  dilakukan ke depan, lanjut Mahyeldi, meningkatkan teknologi industri perikanan yang inovatif. Memperkuat basis dan sistem produksi bahan baku serta komoditas perikanan unggulan.

“Mempercepat peningkatan dan perluasan ekspor produk-produk perikanan dan konsumsi luar negeri,” sebutnya.

Dalam seminar ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang menghadirkan keynote speaker Dr. Sharif Cicip Sutarjo, SH, MH (Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2011 – 2014).

Selaku narasumber Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP RI Innes Rahmania, A.Pi.S.Sos.MM. dan narasumber dari akademisi sektor kelautan dan perikanan, Dr.Ir.H. Eyviet Nasmar, MS.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Guswardi, menyampaikan peserta seminar ini sebanyak 150 orang. Peserta terdiri dari utusan IORA, Dinas Kelautan dan Perikanan se-Sumatera Barat, pelaku usaha, perguruan tinggi dan organisasi.

“Sesuai tema, seminar ini bertujuan untuk peningkatan daya saing industri kelautan dan perikanan berbahan baku unggulan. Muaranya nanti untuk kesejahteraan pelaku usaha perikanan di Kota Padang,” ulas Guswardi.

Persoalan potensi penggarapan perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, menyebutkan investasi di bidang kelautan dan perikanan di Provinsi Sumatera Barat menunjukan tren positif.

Sejauh ini investasi yang telah berjalan di bidang kelautan dan perikanan, seperti penangkapan dan pengolahan ikan tuna, budidaya dan ekspor kerapu, budidaya dan ekspor mutiara.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, daerahnya memiliki banyak jenis peluang investasi, termasuk di bidang perikanan dan kelautan. Selain adanya investor kini tengah berjalan yakni untuk penangkapan dan pengolahan ikan tuna, budidaya dan ekspor kerapu, budidaya dan ekspor mutiara, juga ada ekspor ikan hias, budidaya udang vaname.

“Sampai sekarang, usaha itu masih berjalan tanpa ada masalah yang berarti, dan kini berbagai jenis usaha itu berjalan lancar dan tidak persoalan. Karena memang komitmen kita itu membuka sebesar-besarnya peluang bagi investor yang ingin berinvestasi ke Sumatera Barat,” katanya.

Ia menyebutkan, potensi untuk usaha kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat terbuka lebar. Untuk itu kepada investor, selalu ditawarkan dengan berbagai peluang ataupun potensi investasi, seperti penangkapan dan pengolahan ikan tuna, budidaya kerapu, budidaya kerang mutiara, budidaya rumput laut, pemasaran ikan hias, pembangunan cold storage atau pabrik es, dan pembangunan galangan kapal.

Yosmeri mengaku optimis bahwa bakal ada investor yang tertarik untuk datang ke Sumatera Barat melihat langsung kondisi perikanan. Setidaknya dengan adanya pernyataan minat saja, maka Pemprov Sumatera Barat akan memfasilitasi kedatangan para investor tersebut.

Lihat juga...