Monumen Merpati Perdamaian yang Diresmikan Jokowi Memprihatinkan

Redaktur: Muhsine E Bijo Dirajo

PADANG — Kawasan Monumen Merpati Perdamaian yang berada di bibir pantai Muaro Lasak, Kota Padang, Sumatera Barat, kini dalam kondisi memprihatinkan. Persis di bagian Barat monumen itu, ombak menghantam bangunan dan merusaki pondasinya.

Pemerintah Kota Padang sejauh ini telah melakukan upaya penanganan abrasi pantai tersebut, dengan cara menyusun sejumlah karung yang berisi pasir. Cara itu dinilai bisa menahan sementara waktu. Namun, gelombang ombak yang datang semakin hari semakin besar, membuat karung yang berisi pasir itu, tidak mempan untuk menahan terjangan gelombang laut.

Kepala Seksi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (DPRD) Padang, Sutan Hendra, mengatakan, untuk kondisi sekitar pondasi area Monumen Merpati Perdamaian saat ini pondasinya sudah rusak tergerus ombak, lebih kurang lebarnya 40 meter.

“Tentunya perlu penanganan. Karena kalau dibiarkan bisa membahayakan bangunan di area taman dan pengunjung. Untuk pembangunan jangka panjangnya sedang kita bahas bersama Dinas PUPR,” katanya, Rabu (30/10/2019).

Ia juga menyebutkan, selain di kawasan pinggir Pantai Muaro Lasak pihaknya belum mendapati laporan masyarakat terkait adanya lokasi lainnya terdampak hal yang sama.

Rafilus (baju merah) warga Padang saat melihat kondisi pondasi Monumen Merpati Perdamaian, Rabu (30/10/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, Rafilus, warga Padang, mengatakan, ia harus mengurungkan niatnya untuk membawa keluarganya untuk berlibur ke kawasan Monumen Merpati Perdamaian. Apalagi saat ini telah ada garis larangan mendekati kawasan pantai, sehingga perlu untuk berhati-hati membawa keluarga ke lokasi tersebut.

“Dulu tempat ini sungguh cocok untuk bermain anak-anak, karena ada mobil mini yang bisa di mainkan di sini. Sekarang saja percikan ombaknya bisa membasahi kawasan monumen ini,” sebutnya.

Sementara itu, dari pantuan di lapangan, semenjak adanya abrasi pantai itu, pedagang yang sebelumnya memiliki lapak di belakang Monumen Merpati Perdamain tersebut harus direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Untuk memberikan peringatan kepada pedagang, Pemko Padang juga telah memasang plang tanda peringatan kepada pedagang untuk dilarang berdagang di kawasan Monumen Merpati Perdamaian tersebut.

“Dulu saya yang berdagang di sini, jadi mengingat ombaknya sudah semakin dekat ke lapak, saya memilih untuk mengikuti saran dari Pemko Padang yakni pindah ke tempat yang lebih aman,” ujar Iyet, pedagang Pantai Padang.

Dikatakanya, semakin dekatnya hempasan ombak di kawasan Monumen Merpati Perdamaian itu baru terjadi kurang lebih tiga bulan ini. Sewaktu momen libur lebaran, kondisi ombak masih normal, namun usai libur lebaran, gelombang ombak menghantam kawasan pantai, dan membuat ombak semakin dekat ke tepi jalan.

Kerusakan yang dialami oleh Monumen Merpati Perdamaian ini membuat kawasan tersebut sepi pengunjung. Padahal dulunya Monumen Merpati Perdamaian adalah sebuah monumen yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 12 April 2016.

Peresmian monumen ini bagian dari latihan maritim berbagai negara yang digagas TNI Angkatan Laut yang lebih populer disebut Multilateral Naval Exercise Komodo 2016. Monumen Merpati Perdamaian menjulang setinggi delapan meter dengan rancangan monumen yang terbuat dari metal ini menyerupai kertas origami.

Lihat juga...