Lingkungan DAS Way Sekampung Berkah Bagi Warga Kala Kemarau
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Lingkungan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung jadi berkah saat kemarau. Warga setempat memanfaatkannya untuk pasokan air payau pada bubudidaya udang putih atau vaname.
Widiansah, warga Dusun Pematang Gadung, Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur (Lamtim) menyebutkan, wilayah DAS Way Sekampung yang merupakan batas alam Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dan Lamtim tersebut kerap terbengkalai saat penghujan namun dibutuhkan saat kemarau.
“Area kawasan luar tanggul berhadapan dengan sungai hanya bisa dimanfaatkan untuk tambak udang dan lahan pertanian hanya saat kemarau memanfaatkan siklus pasang surut agar mendapat air tawar dan air payau,” ungkap Widiansah saat ditemui Cendana News di lahan tambaknya, Rabu (16/10/2019).
Siklus lima tahunan disebut Widiansah dipilih warga DAS Way Sekampung untuk memanfaatkan lahan. Sebab pada tahun ini kemarau dengan hari tanpa hujan mengakibatkan DAS Way Sekampung mengering. S
Ia menyebut sejak awal Juli warga memanfaatkan lahan DAS Way Sekampung maksimal hingga awal Desember.
“Keberadaan tanggul setinggi hampir lima meter menjadi penghalang air sungai meluap ke kawasan tambak dalam tanggul,saat kemarau saya menggarap lahan di luar tanggul,” tutur Widiansah.
Resiko kerugian saat kemarau dalam budidaya udang vaname diakuinya bisa diminimalisir. Sebab ia tidak kuatir tambak terkena limpasan pasang surut air laut yang kerap menjebol tanggul tanah.

Selain dimanfaatkan untuk budidaya udang vaname,kemarau menjadi kesempatan memanen kerang copo copo. Kerang menyerupai kerang hijau yang hidup di sepanjang aliran Way Sekampung melimpah saat kemarau. Kadar garam tinggi pada sungai membuat kerang tersebut mudah diperoleh.
Kerang copo copo bisa dijual dengan harga Rp3.000 per kilogram masih bercangkang dan Rp8.000 sudah dikupas.
Selain bagi petambak udang, berkah musim kemarau juga dialami oleh Agustiawan, petani pembudidaya padi.
“Saat penghujan lahan yang saya miliki digenangi air tidak bisa dijadikan tambak dan sawah, kemarau saya gunakan untuk menanam padi,” tutur Agustiawan.
Warga di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lamsel tersebut mengaku DAS Way Sekampung bisa dimanfaatkan menyesuaikan musim. Saat musim kemarau panjang dengan endapan lumpur, endapan ganggang dan lumut membuat sawah menjadi subur. Pemanfaatan tepat waktu pada DAS Way Sekampung memberi penghasilan bagi warga dengan budidaya udang dan pertanian.