Hiasan Berbahan Kerang Masih Jadi Andalan UMKM di Panjang
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Minat akan hiasan berbahan kulit kerang di sejumlah toko di kota Panjang, Bandar Lampung masih tinggi. Disamping permintaan yang tetap bertahan, keberadaan usaha tersebut didukung dengan potensi bahan baku yang melimpah di kawasan pesisir pantai.
Gok Son Sinaga, salah satu pemilik toko oleh oleh di Jalan Soekarno Hatta menyebutkan, hasil kerajinan yang dijual cukup beragam meliputi tirai pintu, kap lampu, pigura foto, jam dinding, kaligrafi, miniatur rumah, patung hewan dan hiasan lain.
Sebagai kawasan yang berfungsi sebagai rest area, Gok Son Sinaga menyebut hiasan berbahan kerang mendominasi. Sejumlah hiasan yang dijual hasil kerajinan UMKM menerapkan sistem kerjasama. Berbagai hiasan dijual dengan harga mulai Rp25.000 hingga Rp300.000.
“Sebagai sentra UMKM berbahan kulit kerang sejumlah warga terutama kaum wanita dilatih membuat sejumlah kerajinan tangan,” tutur Gok Son Sinaga.
Meski berbahan baku kulit kerang, hasil kerajinan yang dibuat oleh sejumlah UMKM di kota Panjang cukup beragam. Kreativitas dalam pembuatan hiasan menciptakan sejumlah kerajinan yang cukup bervariasi.
“Sejumlah hiasan berbahan kerang yang kerap dijadikan oleh-oleh, di antaranya tirai, sebab wisatawan dominan berkunjung ke pantai di Pahawang pulangnya mampir,” ungkap Gok Son Sinaga.
Usaha penjualan hiasan berbahan kerang menurut Gok Son Sinaga masih tetap dipertahankan. Meski kendala yang dihadapi, dengan beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar menyebabkan berkurangnya kendaraan pribadi yang melintas melalui Jalan Soekarno Hatta. Namun rute trayek bus, travel dari pelabuhan Bakauheni ke terminal Rajabasa masih menjadi harapan adanya pelanggan.
“Strategi kami dengan memberi kemudahan bagi pengemudi bus, travel yang istirahat dengan memberi pelayanan makan gratis dan tips,” ungkapnya.
Sebab saat bus, travel berhenti sebagian penumpang menggunakan kesempatan membeli sejumlah oleh-oleh.
Selain menjual berbagai hiasan berbahan kulit kerang, Gol Son Sinaga menyebut makanan ringan dan oleh oleh khas Lampung. Keripik pisang, kerupuk kemplang, keripik singkong, bubuk kopi hingga buah segar pisang dijual sebagai pelengkap oleh oleh. Dijual mulai Rp10.000 hingga Rp25.000 yang merupakan hasil usaha UMKM masyarakat setempat.
Gok Son Sinaga menyebut perlu adanya campur tangan pemerintah terkait agar rute kendaraan tetap melintas di Jalan Soekarno Hatta. Sebab pihak Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan Lampung harus bisa membuat konsep agar trayek kendaraan memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil.
Rute Jalan Soekarno Hatta masih digunakan untuk kendaraan wisatawan yang akan mengunjungi objek wisata bahari di Lampung. Hal ini menjadikan sejumlah toko penjualan hiasan dan oleh oleh makanan tetap bertahan.