Disporapar Balikpapan Sasar Pemuda Jadi Wirausaha
Redaktur: Muhsine E Bijo Dirajo
BALIKPAPAN — Tingginya angka pencari kerja yang tak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan akan menjadi persoalan di masa depan. Apalagi, dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia mengalami bonus demografi. Jumlah pemuda atau penduduk usia produktif akan lebih banyak.

“Salah satu cara mencegah banyaknya pencari kerja, ya dengan memperbanyak wirausaha,” kata Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Irvan Taufik.
Langkah yang diambil Disporapar di antaranya mengadakan seminar, pelatihan dan pendampingan kewirausahaan yang dalam beberapa waktu belakangan kerap dilakukan.
“Ke depan kami akan terus meningkatkan frekuensi pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda Balikpapan,” kata Irvan Taufik lagi, Selasa (29/10/2019).
Dia bilang pengembangan SDM di Balikpapan menjadi penting, dengan tingkat kesulitan dalam mencari mata pencaharian yang meningkat. Di satu sisi, sumber daya alam juga mulai menipis.
Peningkatan SDM melalui pelatihan mengambil spirit negara-negara maju yang tak punya sumber daya alam. Seperti Singapura, Jepang atau Hongkong. “Mereka tak punya SDA tetapi maju karena SDM. Disporapar ingin anak muda Balikpapan mengembangkan usahanya dengan cara seperti itu,” kata dia.
Ketika kualitas SDM meningkat, Irvan menambahkan, akan berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi. “Sekarang sulit cari pekerjaan. SDA juga semakin bekurang. Peningkatan skill menjadi perlu,” imbuh dia.
Dalam tiga bulan terkahir, Disporapar telah melakukan pelatihan wirausaha sebanyak dua kali. Para peserta yang disasar berusia 16 tahun — 30 tahun yang sudah memiliki usaha awal.
“Kami juga melakukan pendampingan setelah setelah pelatihan,” kata Irvan lagi.
Sektor yang perlu dikembangkan, menurut Disporapar adalah industri kreatif, kuliner dan jasa.
Melihat respon yang bagus dan manfaat yang besar, Disporapar berencana memperbanyak program ini di tahun depan. Mereka juga akan melakukan kerja sama dengan balai pelatihan kerja. Dengan anggaran sebesar Rp25 miliar, Disporapar menyisihkan 40 persen untuk kegiatan kepemudaan.