Disdik NTT Gelar Bimtek Input Dapodik

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Dinas Pendidikan Provinsi NTT melaksanakan bimbingan teknis aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) khusus SMA, SMK dan SLB Negeri di Kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka, Kamis (3/10). Dengan kegiatan ini, nanti akan diinput data berkaitan dengan sekolah, yakni siswa, guru dan sarana dan pra sarana yang menjadi hal pokok materi penginputan.

“Kenapa dilakukan, supaya semua terkontrol oleh sistim di kementerian. Data ini akan dipakai untuk mengambil kebijakan terkait dana alokasi khusus dan dana bantuan operasional sekolah,” kata Arnold Muda, koordinator tim wilayah kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka, Dinas Pendidikan NTT, Kamis (3/10/2019).

Arnold mengatakan, terkadang ada sekolah yang tidak obyektif saat menginput data, karena berkaitan dengan akreditasi sekolah. Terkadang, kata dia, ada sekolah yang cenderung ingin mendapat penilaian baik, sehingga data yang diinput baik semua.

“Makanya, ketika data yang diinput tersebut dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan, maka sekolah tersebut tentu tidak akan mendapatkan bantuan, bila datanya salah,” katanya.

Ke depan, tambah Arnold, akan dilibatkan sekolah swasta di mana selama ini pihaknya masih melakukan pelatihan untuk sekolah negeri terlebih dahulu.

Kegiatan Bimtek Dapodik, terangnya, dibagi per rayon. Satu rayon dilaksanakan selama 3 hari. Setelah Bimtek Dapodik, ada Bimtek untuk bendahara sekolah terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Arnold Muda, koordinator tim wilayah kabupaten lembata, Flores Timur dan Sikka, Dinas Pendidikan NTT. -Foto: Ebed de Rosary

“Kendala dalam penyaluran dana BOS biasanya data untuk tahun berikutnya berdasarkan data tahun ini,” sebutnya.

Arnold menjelaskan, ada batas akhir penginputan, di mana periode Januari sampai Juni batasnya bulan April. Sementara untuk bulan Juli sampai Desember batas akhirnya bulan Oktober.

Dia menegaskan, sebenarnya dana BOS bukan bermasalah, tetapi kadang tersendat. Ini terjadi karena data yang dibuat dalam satu tahun berjalan dibuat berdasarkan tahun sebelumnya dan berdasarkan estimasi.

“Dalam perjalanan terjadi perubahan data, karena dipakai sistem estimasi, di mana siswa kelas 3 SMA tidak boleh pindah lagi karena didaftar jadi peserta ujian di sekolah tersebut,” terangnya.

Selain itu, sebut Arnold, dihitung jumlah siswa baru atau kelas satu sebanding dengan siswa yang tamat. Tapi, dalam kenyataannya terkadang jumlah siswa yang mendaftar lebih, sehingga dalam triwulan ke tiga mengalami keterlambatan pembayaran dana BOS.

Untuk itu, jelas dia, selain membuat rencana anggaran tahunan, sekolah juga membuat rencana kerja dan anggaran sekolah setiap triwulan.

“Dengan begitu, data akan mengalami perubahan, di mana akan bisa dilihat di rencana kerja dan anggaran sekolah tersebut,” tuturnya.

Rino, guru SMKN Wulanggitang, kabupaten Flores Timur, mengaku pelatihan penginputan data bagi sekolah memang sangat penting, apalagi bagi sekolah di wilayah pedesaaan yang masih banyak membutuhkan bantuan pemerintah.

Dengan menginput data sesuai ketentuan dan sistem yang diatur, kata dia, maka sekolah juga akan terbantu.

Dirinya berharap, pelatihan peniginputan data juga dilakukan secepatnya untuk sekolah swasta lainnya.

“Adanya pelatihan ini membuat pihak sekolah tentunya akan melakukan penginputan data secara benar, karena akan berkaitan dengan kebijakan dan bantuan yang akan diberikan pemerintah kepada sekolah,” pungkasnya.

Lihat juga...