Dipadati 19.000 Kendaraan, Bupati Bogor Bentuk Program ‘Save Puncak’

Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin bersama Kepala BPTJ, Bambang Prihartono saat meninjau Pos Polisi di Gadog, Jalur Puncak, Kabupaten Bogor pada Sabtu (5/10/2019)- Foto Ant

PUNCAK – Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin, membentuk program Save Puncak, sebagai bentuk penanganan lalu lintas di kawasan Puncak Kabupaten Bogor.

Kawasan tersebut kerap dipadati hingga 19.000 kendaraan ketika akhir pekan. “Saya bersama Kepala BPTJ, Kapolres Bogor, dan tokoh masyarakat setempat bertemu, dan sepakat untuk melakukan program-program penyelesaian yang diberi nama Save Puncak,” jelas Ade Jasin, Minggu (6/10/2019).

Menurutnya, program tersebut terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu penanganan jangka pendek, panjang, dan menengah. Penanganan jangka pendek dengan  memberlakukan sistem 2-1 sebagai pengganti sistem buka-tutup yang sudah digunakan sejak 32 tahun lalu. “Sistem 2-1 adalah pemberlakuan dua lajur untuk arah Gadog menuju Taman Safari dan satu lajur menuju Gadog. Itu diberlakukan bergantian di kedua arah. Sehingga arus kendaraan naik dan turun terus berlaku sepanjang weekend,” papar Ade Yasin.

Sedangkan penanganan jangka menengah, menurut bupati yang belum genap setahun memimpin Kabupaten Bogor, akan ada jalur alternatif menuju Kawasan Puncak dari pintu keluar Tol Sentul. Kemudian, penanganan jangka panjang berupa pemberlakuan moda transportasi massal ke kawasan Puncak berupa kereta ringan atau light rail transit (LRT).

Ade Jasin menyebut, penyebab kemacetan yang kerap terjadi di Kawasan Puncak salah satunya, kapasitas jalan dengan volume kendaraan yang melintas tidak sebanding. Jalur Puncak memilik panjang sekitar 22,7 kilometer dan lebar rata-rata tujuh meter. Menurut Ade Yasin, dengan asumsi panjang kendaraan lima meter, maka Jalur Puncak maksimalnya diisi 8.800 unit kendaraan, dengan kondisi dua lapis lajur. “Tapi pada kenyataannya di masa liburan, volume kendaraan mobil mencapai 15.000 sampai 19.000 unit di Jalur Puncak,” kata tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, mengatakan, rekayasa lalu lintas baru berupa sistem 2-1, akan mulai diuji cobakan pada Minggu (27/10/2019).

Lihat juga...