Anisa Ayu Dyah Yuwanda, Atlet Wushu Berpotensi Kota Malang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Sempat mencicipi berbagai jenis olahraga bela diri, Anisa Ayu Dyah Yuwanda (Ayu), mantap menjatuhkan pilihannya pada olahraga bela diri asal Cina, Wushu, untuk ditekuni hingga saat ini.

Tidak sekadar hobi, atlet whusu kota Malang yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Sastra, jurusan pendidikan seni tari dan musik Universitas Negeri Malang (UM) ini mampu mendulang berbagai prestasi.

Disampaikan Ayu, ketertarikannya pada olahraga wushu karena keunikan dari setiap gerakannya yang tidak dimiliki olahraga bela diri lainnya.

“Selain gerakannya yang unik, olahraga Wushu terbilang masih sedikit peminatnya, sehingga kalau mau benar-benar ditekuni, banyak peluang prestasi yang bisa didapatkan dari wushu,” ujar perempuan kelahiran 8 Juni 2001 tersebut saat ditemui di UM, Jumat (25/10/2019).

Sejak mulai menekuni olahraga wushu di bangku kelas 1 SMA hingga sekarang sudah banyak turnamen wushu yang Ayu ikuti, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan tidak sedikit pula gelar juara yang berhasil ia rebut dalam turnamen tersebut.

“Terakhir, saya berhasil mendapatkan juara dua di ajang Pekan Olahrga Provinsi (Porprov) Jawa Timur di Lamongan,” sebutnya. Sebelumnya, imbuhnya, ia juga berhasil menjadi juara satu di ajang Bali internasional whusu camphionship.

Dikatakan Ayu, tidak mudah untuk menjadi pemenang di setiap pertandingan dan mendapatkan gelar juara pada sebuah turnamen. Butuh kerja keras dan kedisiplinan terutama pada saat melakukan latihan rutin.

“Latihan rutin seminggu 3 kali. Tapi kalau ada lomba, latihannya bisa setiap hari,” akunya. Latihan biasanya dilakukan di Karang Besuki Sasana Cakrabuana di gedung wushu kota Malang.

Menurutnya, selain disiplin latihan, dukungan dari keluarga khususnya orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilannya dalam menorehkan prestasi.

“Alhamdulillah dari pihak keluarga sangat mendukung bahkan adik saya juga atlet wushu. Jadi memang dukungan keluarga sangat besar,” akunya. Ke depan, kalau ada peluang ikut pelatnas, insyaallah ia mau ikut.

“Bagi anak muda sekarang jangan pantang menyerah, kalau ada peluang berprestasi harus benar-benar dikejar,” pungkasnya.

Lihat juga...