Usaha Keripik Tempe Masih Menjanjikan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BEKASI — Olahan tempe seperti tak ada matinya dan masih menjanjikan keuntungan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Narsih, warga desa Lambangsari, Kecamatan Tambunselatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Beetempat di rumah sederhana dia bersama suaminya dan dibantu satu orang untuk mengolah tempe memproduksi keripik tempe dengan sistem permentasi untuk dijual di daerah setempat.
“Penggemarnya banyak, setiap kirim tidak pernah ada kembalinya, kebanyakan belum habis masa kadaluarsanya sudah minta lagi,”ujar Narsih, ke Cendana News, Selasa (3/9/2019).
Narsih, ibu rumah tangga menekuni usaha keripik tempe belum genap setahun. Dengan dua kemasan ukuran 50 gram dan 100 gram untuk sementara pemasaran masih tingkat lokal.
Diakuinya pemasaran masih dilakukan tingkat lokal, seperti penitipan rest area, koperasi karyawan atau toko tertentu. Narsih mengaku masih menjual terbatas melalui jejaring sosial whatsapp belum berani secara online.
“Sehari kami produksi bisa 15 Kilogram. Jadinya sekira 300 pack ukuran 50 gram, kami jual harga Rp3.500, pihak selanjutnya terserah jualnya berapa,”ucap Narsih.
Produksi keripik memggunakan bahan baku kedelai yang dipermentasi dibeli kepada tukang tempe yang masih muda. Kemudian tempe dicampur dengan sagu dengan ukuran satu kilo banding satu kilo. Lalu di padatkan dalam satu plastik dan digantung untuk diproses didiamkan selama dua hari menunggu matang.
“Setelah dua hari tempe yang sudah ditusuk-tusuk dan digantung tersebut diiris dan digoreng. Menggunakan minyak berkualitas dan satu kali goreng saja,”paparnya.
Tanpa bahan pengawet keripik tempe Abbum, mampu bertahan lima bulanan. Tapi Narsih mengaku hanya memberi kadaluarsa dua bulan.
“Lumayan hasilnya modal 15 KG, jika di kalkulasikan mencapai Rp800 ribu, setelah diproduksi akan menjadi 300 paket bungkus,”tandasnya.
Narsih membuka reseller melalui jejaring whatsapp belum berani jual online, takut banyak permintaan karena produksi masih terbatas dengan tenaga yang hanya tiga orang saja.
“Usaha ini masih menjanjikan, tergantung cara pemasarannya saja. Ini bisa dikembangkan oleh siapa saja, karena tidak perlu modal yang besar,”pungkasnya.