Rusuh Wamena, Perantau Minang Minta Pulang Kampung

Editor: Mahadeva

PADANG – Setelah menempuh perjalanan yang nyaris memakan waktu 20 jam, dari Padang ke Jayapura, Papua, akhirnya Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit bersama rombongan, berhasil mencapai sejumlah titik pengungsian perantau Minang di Papua.

Utamanya pengungsian di sekitaran Sentani, Jayapura. Pesan singkat yang diterima Cendana News dari Wagub yang kini berada di Wamena, secara kondisi perantau di pengungsian yang ada di Sentani, terlihat baik-baik saja.

Hal yang paling dibutuhkan saat ini adalah pakaian. “Saya sangat sedih melihat dan mendengar cerita bagaimana kerusakan itu terjadi, dari perantau Minang yang ada di pengungsian ini. Memang sekarang saya lihat mereka baik-baik saja, namun akibat kerusuhan itu, tidak ada satupun harta benda yang bisa diselamatkan mereka, kecuali sehelai pakaian yang ada di badan,” katanya dengan nada sedih ketika dikonfirmasi dari Padang, Sabtu (28/09/2019).

Nasrul menyebut, dari ratusan pengungsi ada yang meminta untuk dibantu biaya pulang ke kampung halaman. Tidak sedikit, yang meminta untuk bertahan, karena sudah terbiasa hidup merantau. Jikapun kembali, mereka khawatir bakal menjadi pengangguran di kampung halaman.

Terkait permintaan untuk pulang ke kampung halaman di Sumatera Barat, pemprov tengah mengupayakan mencari dana untuk membeli tiket pesawat dari Wamena ke Padang. Perlu adanya kesiapan dana, karena harga tiket yang sangat mahal dari Papua ke Padang. “Kalau tidak salah saya ada 400 orang. Kalau hitung harga tiket terendah itu Rp5 juta per-orang, sementara warga Sumatera Barat banyak di sini. Saya juga akan coba ke menyampaikan kondisi ini ke pemerintah pusat, terkait dana kepulangan perantau,” ujarnya.

Selain bertemu langsung dengan perantau Minang yang mengungsi di Sentani, Wagub Sumatera Barat juga menyempatkan menjenguk salah seorang korban kerusuhan, yang dirawat di rumah sakit setempat. Korban kini kondisinya mulai membaik, setelah mendapatkan perawatan serius, akibat luka panah di tubuhnya.

Salah satu korban yang selamat dari konflik yang terjadi di Wamena ialah Putri. Di hadapan Nasrul Abit, Putri menceritakan ketika dirinya berupa menyelamatkan anaknya dari kerusuhan yang terjadi, sehingga membuatnya terkena panah. “Saya kena panah ketika melindungi anak saya yang ketika itu terkena dampak kerusuhan di Wamena ketika itu. Namun Tuhan berkehendak lain, anak saya itu menghembuskan nafas terakhir,” ujarnya melalui sambungan telepon Nasrul Abit kepada Cendana News.

Setelah mendengarkan penjelasan dari warganya itu, Wakil Gubernur memberikan semangat untuk putri, agar selalu kuat menghadapi kehidupan. Dari pertemuan sejumlah pengungsi perantau Minang itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat menampung semua keinginan masyarakat Minang. “Ada yang minta pulang, dan ada yang berharap bisa bertahan serta tetap di pengungsian hingga kondisi benar benar kondusif. Direncanakan juga mereka ingin pindah sesaat ke Jayapura, yang dinilai cukup aman,” pungkasnya.

Lihat juga...