Ratusan Mahasiswa Tagih Janji DPRD Jember

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Selama empat hari berturut-turut, mahasiswa di Jember dari berbagai elemen organisasi, turun ke jalan. Mereka mengecam langkah DPR yang didukung presiden dalam mengesahkan revisi UU KPK.

Pada Kamis (26/9), giliran aktivis dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) turun ke jalan. Mengenakan almamater kebanggaan mereka, ratusan mahasiswa BEM UMJ itu berorasi di bundaran depan DPRD Jember.

“Kami mengecam keras revisi UU KPK, karena merupakan kesepakatan DPR-presiden atas dasar kepentingan oligarkis,” ujar Bryan Bagus Bayu Pratama, koordinator aksi BEM UMJ, Kamis (26/9/2019).

Sikap Jokowi yang menyetujui usul revisi dari DPR , dinilai melanggar janji kampanye Jokowi sendiri. Sebab, sebelumnya, Jokowi sudah berjanji akan memperkuat KPK dalam memenuhi harapan masyarakat memberantas korupsi.

Bryan Bagus Bayu Pratama, koordinator aksi BEM UMJ. -Foto: Kusbandono

“Karena UU KPK yang baru akan mempersulit ruang gerak KPK dalam memberantas korupsi,” tutur pria yang juga Menko Polhukuma di BEM Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) ini.

Mereka juga menyoroti berbagai regulasi lain yang sempat dibahas DPR bersama pemerintah.
“Selain menolak UU KPK yang baru, kami juga menolak Rancangan KUHP yang baru,” ujar Bryan.

BEM UMJ juga menyayangkan langkah represif yang sempat dilakukan aparat dalam mengamankan aksi di beberapa kota.

“Polisi seharusnya mengayomi rakyat. Mahasiswa juga tidak akan bodoh dengan menyerang aparat lebih dulu,” papar Bryan.

Aksi BEM UMJ di depan Gedung DPRD Jember ini juga sekaligus untuk mengawal dan menagih janji DPRD Jember, terkait aksi Cipayung Plus Jember pada Senin (23/9).

“Kami menagih janji dari DPRD Jember yang akan membawa aspirasi para mahasiswa ke pusat. Tetapi, sampai sekarang, kami belum melihat langkah nyata dari DPRD Jember untuk membawa aspirasi kami ini ke pusat,” lanjut Bryan.

Para mahasiswa kemudian diizinkan untuk berorasi di halaman DPRD Jember.

Sebelumnya, pada Senin (23/9), aksi besar-besaran digelar oleh gabungan empat organisasi di Jember. Mereka berasal dari IMM, GMNI, HMI dan KAMMI yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Jember. Para mahasiswa tersebut mengecam sederet RUU kontroversial dari pemerintah.

Karena itu, mahasiswa BEM UMJ sempat mengeluarkan mosi tidak percaya kepada DPRD Jember. Aksi berakhir dengan tertib.

“Kami akan lanjutkan aksi ini untuk menagih komitmen DPRD Jember dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” pungkas Bryan.

Lihat juga...