Permintaan Droping Air di Kabupaten Banyumas Meluas
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PURWOKERTO — Permintaan droping air bersih di wilayah Kabupaten Banyumas terus meluas. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas harus mendistribusikan air bersih hingga dini hari. Untuk mempersingkat waktu, BPBD menyarankan agar warga menyediakan tempat penampungan.

Kepala Harian BPBD Banyumas, Ariono Poerwanto mengatakan, jika warga masih menggunakan ember untuk mengambil air, maka penyaluran air akan memakan waktu cukup lama. Namun, jika ada tempat penampungan air, maka proses distribusi bisa lebih cepat hingga 2 jam pada setiap lokasi.
“Kalau menggunakan ember, petugas harus mengisi satu per satu dan ini cukup memakan waktu. Karena itu kita berharap disediakan tempat penampungan air, ini akan bisa mempersingkat waktu. Sehingga petugas bisa cepat melakukan droping air ke lokasi lain,” terang Ariono, Selasa (3/9/2019).
Mengingat permintaan terus bertambah, sekarang ini petugas BPBD harus menyelesaikan tugas hingga dini hari. Ariono mencontohkan, untuk hari ini, dua armada tangki air bersih baru pulang ke kantor BPBD pada pukul 03.00 WIB dini hari. Pukul 08.00 WIB pagi, sudah mulai dilakukan droping air lagi.
Sementara itu, dari data BPBD Banyumas, sampai saat ini sudah ada 48 desa yang tersebar pada 17 kecamatan di Banyumas yang membutuhkan suplai air bersih. Total yang sudah disalurkan ada 790 tangki atau sebanyak 3.995.000 liter.
Dari 17 kecamatan tersebut, terbanyak dilakukan di Kecamatan Sumpiuh. Ada 11 desa yang mengalami kesulitan air bersih, di antaranya Nusadadi, Karanggedang, Selandaka, Bogangin, Kuntili, Kradenan, Kemiri, Lebeng, Sumpiuh, Kebokura dan Desa Pandak.
“Sumpiuh ini paling banyak desa yang mengalami kekeringan, ada 11 desa yang paling sering mendapatkan droping air sejak musim kemarau ini, yaitu Desa Nusadadi, total sudah sampai 63 tangki atau 315.000 liter air bersih yang kita distribusikan ke sana,” jelas Ariono.
Kecamatan lain yang juga mengalami krisis air bersih yaitu, Kecamatan Patikraja ada satu desa, yaitu Desa Karangganyar, kemudian Kecamatan Karanglewas sebanyak tiga desa, Kecamatan Rawalo ada dua desa, Kecamatan Kalibagor dua desa, Kecamatan Jatilawang satu desa, Kecamatan Purwojati ada lima desa, Kecamatan Cilongok empat desa, Kecamatan Tambak 4 desa, Kecamatan Kebasen dua desa, Kecamatan Gumelar tiga desa, Kecamatan Somagede ada dua desa, Kecamatan Kemranjen tiga desa dan Kecamatan Banyumas dua desa. Sementara untuk Kecamatan Lumbir, Pekuncen dan Kedungbanteng, masing-masing satu desa.
“Total ada 12.117 kepala keluarga (KK) atau 42.364 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih di Banyumas,” pungkasnya.