Masyarakat Manfaatkan Program ‘Rail Clinic’ Daop 5 Purwokerto
Editor: Koko Triarko
BANYUMAS – Stasiun Karangsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yang biasanya sepi, pada Selasa (10/9) mendadak ramai. Warga sekitar berjubel memadati stasiun untuk mengikuti pengobatan gratis program rail clinic dari PT KAI Daop 5 Purwokerto.
Salah satu pasien, Suwarti (65), warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, mengatakan, ia sudah agak lama sakit pegal-pegal dan tangan serta kaki seringkali kesemutan.
Selama ini, ia belum pernah berobat ke Puskesmas, meskipun memiliki KIS. Namun, saat mendengar ada pengobatan gratis di dalam gerbong kereta api (KA), Suwarti merasa penasaran dan ingin melihat sekaligus berobat.
“Kemarin diberitahu oleh Pak RT, katanya ada pengobatan gratis di Stasiun Kalisari, kliniknya di dalam gerbong KA. Karena ingin melihat klinik dalam gerbong KA dan saya juga memang sedang sakit, jadi saya datang ke sini,” tutur Suwarti, saat mengantre giliran berobat, Selasa (10/9/2019).

Dua gerbong rail klinik yang terparkir di Stasiun Karangsari memang mengundang rasa penasaran warga. Setelah naik ke gerbong, pasien akan disambut petugas yang memberikan nomor antrean dan mempersilakan pasien duduk di ruang tunggu.
Setelah itu, pasien akan dipanggil satu per satu untuk ditanyakan seputar keluhan sakitnya, kemudian diarahkan berobat ke poli yang tersedia. Ada poli gigi, kandungan, mata dan poli umum.
Fasilitas klinik juga sebagaimana klinik pada umumnya, hanya letaknya saja di gerbong KA. Ada alat pemeriksaan gigi yang lengkap, tempat pemeriksaan mata dan kandungan. Terakhir, pasien akan masuk di ruang apotek, untuk mendapatkan obat sesuai dengan keluhannya.
Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, mengatakan, pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di buka di Stasiun Kalisari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Daop 5 mengundang 300 pasien dari warga sekitar stasiun untuk berobat gratis di rail clinic.
“Penyelenggaraan rail clinic ini berdasarkan intruksi direktur utama PT KAI, melalui surat keputusan nomor Kep.U/KB.207/XII/2/KA-2016 tentang pelayanan kesehatan bakti sosial, dengan kereta sehat atau rail clinic. Untuk undangan kita sampaikan melalui perangkat desa, masyarakat sekitar bisa datang untuk berobat gratis,” tuturnya.
Untuk pelayanan pengobatan gratis ini, Daop 5 melibatkan 28 tim kesehatan, terdiri dari tiga orang dokter umum, satu dokter kandungan, satu dokter gigi, kemudian para medis dan apoteker. Dalam satu tahun, akan diadakan dua kali rail clinic di wilayah Daop 5. Rail clinic berikutnya dilaksanakan di Stasiun Prupuk pada 1 September mendatang.