Haedar Nashir: Generasi Muda Harus Punya Peran Sosial
Editor: Mahadeva
MALANG – Generasi muda tidak hanya dididik untuk berkarakter, berilmu dan berkeahlian. Tetapi, juga harus dididik untuk mempunyai peran sosial kemasyarakatan.
Di era revolusi 4.0, jika tidak hati-hati, generasi milenial justru akan menjadi sosok yang asosial dan egoistik. Hal itu dikarenakan, mereka hidup dijaman yang serba teknologi. “Maka kita harus tanamkan nilai-nilai sosial tersebut kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat menghadiri Pembukaan persiapan studi mahasiswa baru, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (2/9/2019).
Menurutnya, dalam konteks kehidupan kebangsaan, semangat merah putih harus selalu melekat disetiap perguruan tinggi, khususnya kampus-kampus Muhammadiyah. Terlebih, banyak tokoh-tokoh nasional yang berasal dari kampus Muhammadiyah.
“Saya pikir dengan tagline, mahasiswa hari ini adalah pemimpin dimasa depan, maka kita harus tetap menanamkan, bahwa ketika mereka nantinya menjadi elit dimanapun berada, semangatnya mereka adalah semangat memberi, bukan justru semangat mengambil,” ujar Haedar di hadapan ribuan mahasiswa UMM.

Orang yang bisa membawa Indonesia menjadi maju disebut Haedar adalah orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya. Dalam artian, mereka sudah tidak lagi identik dengan kekayaan, atau jabatan puncak.
Tetapi sosok yang serba kecukupan hidup, itulah yang akan membuat mereka mau berbagi dan mau berperan. “Akan tetapi jika mereka tidak pernah merasa cukup dan serakah, maka pastinya nanti yang menjadi semangat para elit itu hanya semangat mengambil bukan semangat memberi,” sebutnya.
Lebih lanjut disampaikan Haedar, saat ini Muhammadiyah berada di era globalisasi, sehingga Muhammadiyah akan menjadikan kampus-kampusnya menjadi lembaga pendidikan yang mengglobal. “Kita harus berperan untuk memberi sumbangan, agar anak-anak bangsa ini bisa adaptif dengan dunia global, sehingga mereka nanti tidak akan menjadi korban dari kepentingan-kepentingan global seperti politik, ekonomi dan budaya yang pasti ada kepentingannya,” tuturnya.
Indonesia harus punya kekuatan menjaga kedaulatan ekonomi, politik, dan budaya. Hal itu dibutuhkan, agar nusantara tercinta ini bisa tetap eksis sebagai negara dan bangsa yang besar.
Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, mengatakan, agar dapat memasuki era revolusi industri 4.0, tidak ada pilihan lain kecuali generasi muda-nya harus mampu menangkap dan beradaptasi dengan lingkungan dimana mereka berada.
“Marilah kita siapkan diri dan cara berfikir kita agar mampu hidup memasuki era revolusi industri 4.0. Karena saat ini perubahan dinamika kehidupan sosial, perubahan teknologinya bukan lagi dalam hitungan mingguan tetapi harian bahkan hitungan jam. Hanya mereka yang suka mengeluh dan berfikiran negatif itulah yang akan tertinggal,” terangnya.