Dorong Iklim Investasi, Pemprov Kaltim Harus Perbaiki Regulasi
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BALIKPAPAN — Mendorong iklim investasi dan mengarahkan investor masuk, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dinilai dapat memperbaiki regulasinya. Hal itu sejalan dengan perbaikan infrastruktur yang berjalan seiring dengan pembangunan Ibu Kota Negara.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kallimantan Timur Tutuk Cahyono menegaskan dalam hal ini konsep investasi langsung harus bisa masuk ke Kaltim yang berbasis hilirisasi. Pasalnya perekonomian kaltim tentu akan terlalu fluktuatif apabila hanya berpatokan pada komoditas utama.
Menarik investor langsung untuk bisa menanamkan modalnya di Kaltim, lanjutnya akan menggerakkan perputaran ekonomi daerah dengan baik. Tak hanya itu, peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja akan terjadi di Kaltim.
“Investor langsung juga menjadi jawaban. Maksudnya, kalau ada pabrik mobil di Jawa maka Kaltim ini bisa menyiapkan apa. Misalnya saja, kita bisa menyiapkan bannya, atau alat lainnya sebagai penunjang kendaraan itu. Dengan seperti itu, maka ekonomi di Kaltim akan baik,” jelasnya Senin, (30/9/2019).
Pemerintah pun harus mencari tahu akar persoalan penyebab enggannya investasi langsung yang masuk ke Kaltim. Pemprov dapat memperbaiki regulasi dengan mendengarkan masukan investor dan mendiksusikannya dalam menghilangkan hambatan investor.
“Akan ada dana ratusan triliun yang dikucurkan pemerintah pusat dalam ke depan khususnya membangun banyak infratsruktur di Kaltim. melalui itu maka tinggal bagaimana menciptakan sistem investasi,” bilang Tutuk Cahyono.
Menurut data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim mencatat, target realisasi investasi Kaltim 2019 ditetapkan sebesar Rp 38,60 triliun. Dengan rincian Rp 13,51 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan Rp 25,09 triliun untuk penanaman modal asing (PMA).
Pada triwulan II 2019 tercatat rencana investasi di Kaltim sebesar lebih dari Rp 3,14 triliun, dan realisasi investasinya mencapai Rp 8,44 triliun. Sedangkan realisasi semester I (Januari-Juni) 2019 telah mencapai Rp17,68 triliun, atau 48,16 persen dari target investasi tahun ini.