Berharap Ada Ahli Nuklir, Gubernur Kaltim Buka Lowongan Beasiswa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengatakan, dengan adanya 11 ribu lowongan beasiswa dibuka bagi para pelajar di seluruh tingkatan hingga mahasiswa diharapkan akan lahir ahli nuklir dari daerah tersebut yang memiliki kemampuan merancang untuk kepentingan damai.

“Mimpi saya ada ahli di bidang nuklir dari Kaltim yang memiliki kemampuan merancang nuklir untuk kepentingan damai, bukan perang. Seperti nuklir untuk listrik dan hal-hal bermanfaat lainnya,” kata Isran Noor di depan para kepala organisasi perangkat daerah di Balikpapan, Kamis (19/9/2019).

Program yang diluncurkan diberi nama Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) yang terdiri dari Beasiswa Kaltim Tuntas dan Beasiswa Kaltim Stimulan. Yang dimaksud Beasiswa Kaltim Tuntas adalah pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan jenjang S1 hingga S3.

Mereka yang terpilih akan mendapat beasiswa sampai selesai. Program ini terdiri dari penerima umum, khusus dan kerja sama. Calon penerima Beasiswa Kaltim Tuntas kategori umum harus memiliki prestasi akademik dan prestasi non akademik. Dengan syarat pendaftar melengkapinya dengan tugas akhir, tesis, skripsi atau desertasi.

Sementara untuk kategori khusus, baik untuk beasiswa Kaltim Tuntas maupun Stimulan, syaratnya berasal dari keluarga miskin, penyandang disabilitas dan berkebutuhan khusus. Atau mereka yang berasal dari daerah pedalaman dan daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3 T), anak dan atau cucu veteran, anak korban kekerasan dalam rumah tangga, penghafal kitab suci/Alquran (hafiz), mahasiswa luar negeri dan berdasarkan pertimbangan khusus.

Beasiswa Kaltim Stimulan untuk sementara hanya disiapkan tahun 2019 bagi pelajar tingkat SD hingga SMA. Tahun ini Pemprov Kaltim membuka beasiswa bagi 11.106 penerima. Menurut Isran Noor, peluncuran program beasiswa ini menjadi momentum Kaltim untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul menjelang ditetapkannya ibu kota baru.

Di sisi lain Isran mengingatkan Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik dalam kaitan pengelolaan BKT di dalam maupun luar negeri, maupun dalam hal pertanggungjawaban secara administratif.

Dia menyarankan agar Badan Pengelola BKT aktif berkoordinasi dan berkonsultasi dengan BPK Perwakilan Kaltim.

“Pengelolaan dan sistem pertanggungjawabannya harus dikoordinasikan. Karena pertanggungjawaban harus dilakukan pada tahun berikutnya, sedangkan fisik dari program ini baru selesai dua hingga empat tahun kemudian. Berhati-hatilah agar semua berjalan lancar dan sukses secara administrasi,” pesan mantan ketua Apkasi itu.

Sementara itu Ketua Badan Pengelola BKT Iman Hidayat menjelaskan beasiswa akan diberikan kepada 6.452 siswa kurang mampu (SD, SMP dan SMA), 2.954 mahasiswa kurang mampu dan 1.700 penerima beasiswa Kaltim Tuntas (S1, S2 dan S3). Besaran dana beasiswa yang disiapkan tahun ini mencapai Rp165 miliar.

Iman Hidayat melanjutkan langkah ini sekaligus menegaskan komitmen serius kepemimpinan Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Benua Etam. Bagi pelajar dan mahasiswa yang berminat dengan beaiswa ini bisa mengakses laman Beasiswa Kalimantan Timur, yaitu di www.kaltimtuntas.id.

Lihat juga...