Anak Korban Gempa NTB Diminta Segera Bangkit

Editor: Mahadeva

LOMBOK – Anak-anak korban gempa di NTB diminta untuk tetap semangat dan berupaya bangkit, pasca-gempa bumi yang dialani beberapa waktu lalu.

Mereka diminta untuk segera kembali bersekolah, seperti anak lainnya. “Harus bangkit dan terus melanjutkan menempuh pendidikan, supaya bisa keluar dari keterpurukan, sebab kalau tidak akan tetap tertinggal,” kata Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkiflimansyah, ketika meresmikan sekolah bagi masyarakat korban gempa di Kabupaten Lombok Barat, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, perhatian masyarakat internasional, pemerintah pusat termasuk masyarakat NTB, sangat luar biasa. Hak itu membuatnya semakin optimistis, masyarakat NTB dapat segera bangkit dan maju.  “NTB ini memang milik kita bersama dan dengan kebersamaan itu kita siap bangkit untuk lebih baik di masa yang akan datang,” tegasnya.

Enam sekolah yang dibangun tersebut adalah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek, SD Negeri 1 Sigar Penjalin, dan SD Negeri 3 Pemenang, ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.

Kemudian, MI At-Tahzib di Desa Kekait Lombok Barat, SD Negeri 2 Kekait  Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat serta SD Negeri 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Sekolah-sekolah tersebut mengalami rusak parah karena guncangan gempa bumi pada Juli dan Agustus tahun lalu. Para siswanya terpaksa masih belajar di sekolah darurat.

Ketua Yayasan Pendidikan At – Tahzib, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Tuan Guru Haji Zaini, mengaku sangat bersyukur dengan dibangunnya kembali MI At-Tahzib. “Bangunan lama yang dirintis sejak 1952 lalu dan hancur akibat gempa kini telah terbangun kembali,” tandasnya.

Lihat juga...