Alat Ukur Kualitas Udara Milik DLH Dharmasraya Rusak

Ilustrasi alat pengukur kualitas udara - DOK CDN

PULAU PUNJUNG – Alat ukur kualitas udara milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat rusak. Sehingga, upaya pemantauan yang dilakukan tidak dapat berlangsung secara berkala.

“Karena tidak bisa digunakan, kami meminta bantuan BMKG mengukur kualitas udara di Dharmasraya,” kata Kepala DLH Dharmasraya, Erina, Jumat (13/9/2019).

Keterbatasan tersebut, tidak mengurangi upaya DLH Dharmasraya untuk memantau kualitas udara. Hal itu dilakukan dengan meminta bantuan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang. “Pengukuran dilakukan mulai pukul 10.00 WIB sampai 20.00 WIB, hasilnya masih menunggu dari pihak BMKG,” jelasnya.

Pengukuran oleh BMKG, sudah dilakukan untuk kedua kalinya. Yang pertama dilakukan pada 2 September 2019. “Karena adanya peningkatan ketebalan asap, maka disurati kembali untuk mengukur hari ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Rahmadian, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal itu mengingat adanya peningkatan ketebalan kabut asap di daerah itu.”Kalaupun beraktivitas di luar rumah diharapkan menggunakan masker serta banyak mengkonsumsi buah dan minum air putih,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...