TdS 2019, Perbaikan Jalan dan Persiapan Hotel Telah Dilakukan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PESISIR SELATAN – Dinas Pekerjaan Umum Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, telah mulai melakukan perbaikan jalan untuk menyambut pelaksanaan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2019, yang bakal melintasi daerah tersebut. TdS 2019 akan dimulai pada November 2019, dan Pesisir Selatan bakal menjadi etape terakhir.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, ada beberapa titik kondisi jalan yang akan dapat menganggu laju sepeda. Lokasi jalan yang disebut perlu diperbaiki itu, terutama pada beberapa jembatan, khususnya di Kawasan Mandeh yang akan dilewati oleh para pembalap juga segera diperbaiki.
Ia menyebutkan, perbaikan ruas jalan Painan-Padang yang tengah dilakukan itu merupakan tanggung jawab balai penanganan jalan nasional, sesuai dengan status jalan tersebut yakni jalan nasional. Meski demikian, Dinas PU setempat tetap melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumatera Barat dan pihak lainnya.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olah Raga dan Ekonomi Kreatif Pesisir Selatan, Hadi Susilo, mengatakan, pada TdS tahun 2019, Kabupaten Pesisir Selatan dipercaya sebagai lokasi finish rute Jambi -Painan dan lokasi Star Painan Padang.
“Untuk TdS ini, persiapan lainnya yang kita lakukan ialah penginapan di Painan, serta memberikan pelayanan seperti akan disuguhi aneka kesenian tradisional dan makanan khas daerah Pesisir Selatan,” katanya, Rabu (7/8/2019).
Menurutnya, dengan adanya persiapan itu, maka bisa dikatakan pelaksanaan TdS 2019, berbeda dengan tahun terdahulu, dimana para pembalap menginap di Padang dan baru paginya menuju Painan untuk memulai start.
“Tapi pada tahun ini para pembalap menginap di Painan, sebab Pesisir Selatan telah memiliki banyak penginapan, hotel atau rest yang layak dan telah memenuhi standar sama dengan daerah lainnya,” sebutnya.
Dikatakannya, dalam pelaksanaan TdS tahun 2019 Kabupaten Pesisir Selatan mulai mempersiapkan diri, dengan cara mengalokasikan anggaran serta semua persiapan lainnya, sudah mulai dimatangkan mulai dari kondisi jalan, rute, personel keamanan dan lainnya .
Sedangkan sosialisasi telah mulai dilakukan termasuk rute yang nantinya dilewati, dimana pada tahun ini jalan Mandeh akan dilewati pembalap. Begitu juga rute dalam kota Painan yang biasanya rute dalam kota mulai objek wisata Pantai Carocok-jalan pinggir Bukit Langkisau-Bundaran UHA, jalan Pahlawan Rawang-jalan Hamka-rumah dinas bupati-Pasar Painan dan lanjut menuju Padang.
“Pelaksanaan TdS kali ini sebagai salah satu promosi pariwisata di Kabupaten Pessel. Karena itu kita juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki ternak, ataupun acara pesta tidak menggunakan bahu jalan, dan melapas ternak pada hari H,” imbaunya.
Ia berharap pada event TdS kali ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pesisir Selatan. Kepada masyarakat diimbau bisa memasang umbul- umbul di sepanjang ruas jalan yang akan dilalui para pembalap pada H-2 untuk menambah kemeriahan pelaksanaan TdS.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulfian, mengatakan, kepesertaan sejumlah daerah di Sumatera Barat dalam menggelar event balap sepeda TdS mengalami pengurangan hingga tahun ke-11 ini.

Pada TdS 2019, ada empat kabupaten dan kota yang menyatakan urung terlibat, dari 18 kabupaten dan kota yang biasa ikut memeriahkan TdS.
Oni menyebutkan empat daerah yang tidak ikut terlibat itu yakni Kabupaten Sijunjung, Kota Solok, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Padang Pariaman. Sementara untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai memang tidak pernah ikut terlibat.
Ia menyebutkan, setiap daerah memiliki alasan yang berbeda untuk tidak ikut terlibat pada TdS 2019. Seperti halnya Kabupaten Pasaman Barat yang kini lagi fokus kegiatan lain. Serta untuk Kota Solok akan menyelenggarakan acara MTQ Nasional, sehingga tidak cukup anggaran, apabila tetap ingin menyelenggarakan TdS 2019.
“Alasan pasti bagi daerah yang tidak bisa ikut itu, saya tidak bisa memberikan penjelasan yang lebih rinci, karena khawatir salah paham. Mengingat keputusan ada di daerah, maka penjelasan ada di masing-masing kabupaten dan kota,” katanya.
Oni menjelaskan TdS 2019 direncanakan digelar 2-10 November 2019, rencana ada terbagi sembilan etape dengan Grand Start di Kota Pariaman dan Grand Finish di Kota Padang.
“Etape itu masih tentatif. Nanti akan ditetapkan pada Rapat Koordinasi selanjutnya,” tegasnya.
Selain itu, Oni juga menyatakan pada TdS 2019 ini ada rute baru yang bisa dijajal oleh para pebalap TdS, yakni melintasi dua provinsi yang berbatasan langsung Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Jambi.
Dari etape yang direncanakan sejauh ini ada etape 7 dan etape 8 yang bisa ditaklukkan oleh pebalap menjajal daerah Kerinci Jambi.
“Untuk etape yang memasuki daerah Jambi itu, jalan dan pemandangan cukup. Untuk start di Kabupaten Solok Selatan dan menuju Sungai Penuh Jambi direncanakan finish di salah danau di sana. Dilanjutkan lagi menuju Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat,” jelasnya.