Manfaatkan Potensi, Desa Hikong Produksi Sendiri Minyak Kemiri

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Hikong, sebuah desa di wilayah timur kabupaten Sikka, NTT dan berada di kecamatan Talibura. Desa ini berbatasan dengan kabupaten Flores Timur dan memiliki potensi kemiri yang sangat besar.

Desa Hikong memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.342 jiwa dengan 543 Kepala Keluaraga (KK). Dari jumlah tersebut sebagian besarnya merupakan petani dan salah satu hasil pertanian yang menjadi komoditi unggul adalah kemiri.

“Desa kami memiliki potensi kemiri yang sangat besar. Dalam setahun hasil produksinya kurang lebih 4 sampai 5 ton,” sebut Lambertus Boli Dewa, ketua kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Tuar Tanah desa Hikong, Senin (26/8/2019).

Lambert mengatakan, hasil komiditi kemiri di desa Hikong ini dijual secara gelondongan. Satu kilogram dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp25 ribu sampai Rp30 ribu.

“Beranjak dari hal tersebut muncul ide Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa Hikong untuk mengelola menjadi minyak kemiri,” sebutnya.

Tujuannya kata Lambert, untuk mengembangkan keterampilan serta meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga. Selain itu, minyak ini dapat dipasarkan secara lebih luas.

“Proses pembuatannya pun tergolong mudah dan setelah mendapatkan pelatihan para ibu-ibu langsung membuatnya,” ungkapnya.

Lusia Soge, ketua kelompok Kuncup Sari desa Hikong mengatakan, pengolahan minyak kemiri berawal dari pemilihan buah kemiri yang berkualitas. Buah kemiri dikeringkan dengan menggunakan dua cara yakni dijemur di bawah sinar matahari.

“Buah kemiri dijemur selama 2 sampai 3 hari dan dipanggang di dalam oven selama 2 hari 2 malam. Setelah kering buah kemiri dipecahkan dengan cara tradisional untuk mendapatkan buahnya,” jelasnya.

Buah kemiri terang Lusia, kemudian dicampur air dan diblender. Setelah itu lanjutnya, hasilnya diperas lalu disaring. Ampas dari perasan kacang kemiri dicampur air dan diblender sebanyak dua kali.

“Santan kemiri dituang dalam wajan dan dimasak di atas tungku api dengan maksud agar proses memasak lebih cepat. Jangan lupa sambil terus diaduk,” pesanya.

Setelah muncul busa, kata Lusia, pertanda minyak sudah setengah jadi. Terus diaduk hingga terlihat warna kuning keemasan lalu diturunkan dari perapian.

“Selanjutnya didinginkan minyak kemiri dengan cara terus diaduk hingga busa menghilang. Kemudian disaring dan diendapkan selama tiga hingga empat untuk mendapatkan minyak yang jernih,” terangnya.

Kacang kemiri papar Lusia, biasa dijual secara gelondongan seharga Rp30 ribu per kilogram. Namun dengan inovasi membuat minyak, masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dua kali lipat.

“Satu kilogram kemiri menghasilkan minyak kemiri 200 mililiter yang dijual dengan kemasan 60 mililiter seharga Rp15 ribu per botolnya. Minyak kemiri ini berguna untuk kecantikan dan kesehatan,” ungkapnya.

Untuk kecantikan beber Lusia, minyak kemiri digunakan untuk menghitamkan rambut, mengatasi rambut rontok serta menghilangkan ketombe. Selain itu dapat menguatkan akar rambut dan membuat rambut berkilau.

“Manfaat bagi kesehatan untuk mengatasi sariawan, sakit gigi serta gatal-gatal akibat gigitan serangga. Juga dgunakan untuk mengatasi demam, bisul dan pegal linu,” pungkasnya.

Lihat juga...