Manfaatkan Barang Bekas, Persiapan HUT RI Semarak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Barang bekas kerap hanya dibuang di kotak sampah. Ternyata bisa disulap menjadi asesoris menarik. Salah satu sampah yang dimanfaatkan diantaranya gelas plastik air minum kemasan.

Pemanfaatan gelas oleh warga Dusun Banyumas, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) dilakukan untuk mempercantik jalan desa.

Joko, kepala dusun Banyumas menyebut pemanfaatan barang bekas sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut barang bekas jenis gelas dikumpulkan dari sejumlah warga lalu dibersihkan secara gotong royong. Dikerjakan bersama dengan sejumlah warga, pembersihan dilakukan untuk melakukan proses pengecatan berbagai warna.

Plastik bekas sampah botol air minum dimanfaatkan warga Dusun Banyumas, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan untuk asesoris bendera merah putih HUT RI Ke-74, Rabu (7/8/2019) – Foto: Henk Widi

Warna yang digunakan diantaranya dominan merah putih, biru, kuning serta sejumlah warna menarik lainnya. Setelah cat kering, gelas dengan berbagai warna diikat menggunakan tali.

Proses menghias jalan desa disebut dilakukan Joko dua pekan sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke-74 yang jatuh pada Sabtu (17/8) mendatang.

Selain melakukan proses pembuatan asesoris warga juga mulai memasang bendera, umbul-umbul, bandir dan background. Cara tersebut menurutnya menjadi bagian memeriahkan HUT RI yang kerap disebut dengan Agustusan.

“Pemanfaatan barang bekas menjadi bagian upaya mengurangi sampah plastik, daripada dibuang kami simpan untuk menyemarakkan HUT RI, sebagian asesoris tahun sebelumnya masih bisa digunakan dengan pengecatan ulang,” terang Joko saat ditemui Cendana News saat pemasangan asesoris di jalan Desa Pasuruan, Rabu (7/8/2019) sore.

Pemanfaatan barang bekas untuk dibuat asesoris memanfaatkan sampah disebut Joko dilakukan bertahap. Dua pekan sebelum HUT RI ke-74 sejumlah warga bahkan ikut bergotong royong menghias jalan desa.

Proses pemasangan asesoris yang sudah selesai dibuat memanfaatkan tiang bambu, batang pohon di sepanjang jalan desa.

Selain menekankan upaya gotong royong, pemanfaatan barang bekas disebut Joko memiliki tujuan positif. Sebab selain dikerjakan oleh para orangtua, anak-anak sebagai generasi muda ikut dilibatkan.

Cara tersebut menurutnya menjadi cara bagi pihak desa untuk mengajarkan anak-anak memanfaatkan bahan bekas untuk barang bermanfaat. Gelas plastik yang dicat bahkan bisa dimanfaatkan dalam beberapa tahun.

“Setelah digunakan sekali gelas plastik yang sudah diwarnai bisa disimpan agar bisa dipakai tahun berikutnya,” ungkap Joko.

Nilai positif kegiatan pemanfaatan barang bekas juga diiringi dengan nilai kerjasama. Hal tersebut diungkapkan oleh Mahmud Toha, salah satu tokoh agama dan masyarakat di Desa Pasuruan.

Mahmud Toha, salah satu tokoh masyarakat di Dusun Banyumas melakukan pemasangan asesoris berbahan botol bekas, Rabu (7/8/2019) – Foto: Henk Widi

Selain menghindari sampah dibuang sembarangan, pemanfaatan gelas plastik setiap HUT RI membuat warga tidak membuang sampah plastik sembarangan. Selain itu nilai gotong royong dilakukan dengan pengumpulan celengan.

“Celengan atau tabungan dengan kaleng khusus dibagikan lima bulan sebelum Agustusan, kami ambil untuk dikumpulkan,” terang Mahmud Toha.

Hasil dari celengan tersebut disebut Mahmud Toha di Dusun Banyumas terkumpul Rp4 juta. Uang yang terkumpul disebutnya seperti pada tahun sebelumnya dipergunakan untuk keperluan HUT RI di desa.

Sebab setiap peringatan HUT RI pihaknya melakukan kegiatan sejumlah perlombaan. Melalui iuran dari celengan serta penggunaan barang bekas untuk pengurangan sampah plastik sekaligus ikut menyemarakkan HUT RI setiap tahun.

Lihat juga...