Mahasiswa UB Kembangkan Beras Berbahan Tepung Garut

Editor: Mahadeva

MALANG – Sembilan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB), melakukan pendekatan diversifikasi pangan pembuatan beras analog untuk mengurangi konsumsi beras.

Ke-sembilan mahasiswa tersebut adalah, Dwi Uchtiyawati Rohmah, Daisy, Achmad Ilmi Arya Putra, Syarifatul Izza, Muhammad Nugrah Fadillah, Nurul Hidayatul Khoirul, Elinno Primadiani, Sakinah Hilya Abida dan Silvi Astri Cahyani.

Dwi, juru bicara tim tersebut menjelaskan, beras analog diciptakan dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang memiliki manfaat bagi kesehatan. “Komposisi beras analog ini terbuat dari tepung garut dan maizena dengan fortifikasi tepung kacang merah,” jelasnya, Senin (5/8/2019).

Beras analog berbahan tepung garut karya mahasiswa Universita Brawijaya – Foto Agus Nurchaliq

Tepung garut dan tepung maizena, menjadi bahan utama beras analog. Kedua bahan tersebut memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga baik untuk mengatasi hipertensi dan diabetes militus. Dimana keduanya saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan terbesar di Indonesia.

Selain permasalahan ketahanan pangan, penciptaan beras analog tersebut juga mengangkat isu gizi. Yaitu, kekurangan zat besi sebagai menyebabkan anemia, yang sampai sekarang masih kerap dialami masyarakat Indonesia bahkan dunia. “Sebagai bahan tambahan kita tambahkan kacang merah yang mengandung zat besi sehingga baik bagi penderita anemia,” sebutnya.

Daisy, anggota tim  yang lain menyebut, untuk membuat beras analog caranya sangat sederhana. Cukup dengan mencampurkan semua bahan yang ada. “Jadi semua bahan seperti tepung garut, tepung maizena dan kacang merah di campur, untuk kemudian di kukus. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pengeringan menggunakan oven. Kemudian jadi berasnya,” terangnya.

Sedangkan untuk cara untuk memasaknya, sama seperti beras pada umumnya. Secara keseluruhan, beras analog tersebut, memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi penderita anemia dan diabetes. “Untuk saat ini beras analog buatan kami belum di pasarkan, karena masih dalam tahap pengembangan dan mencari formulasi yang terbaik,” pungkasnya.

Lihat juga...