Kemarau, Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Beberapa wilayah di Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai merasakan dampak kekeringan dari kemarau yang terjadi sejak dua bulan terakhir. Hal tersebut di rasakan warga di Bekasi Utara dan Bekasi Timur.
“Saya beberapa hari ini mandi dengan air galon. Mandi secukupnya, karena di rumah kesulitan air bersih,” ungkap Dijah (41), berprofesi sebagai ibu rumah tangga, warga Perum BJI, Bekasi Timur, kepada Cendana News, Senin (5/8/2019).
Diakuinya saat ini panas di Kota Bekasi luar biasa, habis Magrib panasnya masih terasa. Bahkan rumput dan pepohonan di depan rumah banyak mati karena kekeringan.
Hal senada juga disampaikan Maemunah (40), warga Wisma Asri, Bekasi Utara. Setiap hari ia membeli air bersih pikulan seharga Rp4000 per jeriken lantaran debit air di rumahnya terbatas.
“Airnya masih ada cuma enggak kenceng gitu. Kalau nunggu sampai penuh bisa lama. Itu juga air PDAM kadang panas dan bau,” ujarnya.
Kepala Rehabilitasi Rekonstruksi BPPD Kota Bekasi, Edi Sukamto, mengakui bahwa sudah mendapat laporan soal kekeringan di beberapa wilayah Kota Bekasi. Tapi lokasi tepatnya dan berapa jumlah kepala keluarga yang terdampak kekeringan diakuinya masih dalam proses.

“Saya sudah perintahkan untuk melakukan survei langsung ke lokasi terdampak kekeringan. Tapi hasilnya belum diketahui,” ujar Edy Sukamto, Senin sore.
Namun demikian, dia menegaskan bahwa BPBD Kota Bekasi sudah melakukan persiapan antisipasi jika terjadi kekeringan. Bahkan sudah diingatkan juga dari BPBD Pemprov Jabar dalam.hal antisipasi menghadapi kekeringan.
“PDAM Tirta Patriot juga sudah memberi laporan, bahwa pasokan air berkurang karena terkendala di lapangan,” tandasnya, sambil meyakinkan Kota Bekasi masih aman dari kekeringan.
BPBD Kota Bekasi saat ini menyiapkan satu unit kendaraan tangki air jika ada warga yang membutuhkan pasokan air bersih. Tapi jika kekeringan meluas maka akan meminta bantuan Dinas Lingkungan Hidup dan PUPR untuk ngedrop air.
Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Solihat, mengakui pasokan air bersih di wilayah Kota Bekasi sedikit terganggu akibat pasokan air baku menurun karena sumbernya berkurang dampak kemarau.
Dikatakan bahwa saat ini sedang menggunakan air PJT II, akibat kali Bekasi tidak bisa diolah karena adanya pencemaran. Menggunakan air PJT II tentu terbatas karena jika kran dibuka maksimal yang teriak pelanggan Jakarta.
“Kalau biasanya (pasokan) 470 liter liter per detik, sekarang 300 sampai 350 liter per detik, sehingga memang pelayanan pada pelanggan agak terganggu,” kata Solihat.
Adapun upaya yang dilakukan PDAM Tirta Patriot di antaranya mempersiapkan reservoir (tandon air) 8000 meter kubik, namun sayangnya belum berfungsi dengan sempurna. Selain itu juga sedang dilakukan uji coba penggunaan bahan kimia yang sifatnya masih terbatas.