MAUMERE – Ribuan umat Muslim di kabupaten Sikka melaksanakan salat Iduladha di lapangan umum Kota Baru Maumere. Bertindak sebagai imam, Ustad Amril, dan Khatib, Ustad Jalanudin Qodri.
Dalam khotbahnya, Ustad Jalanudin mengatakan, barang siapa berkurban di hari Iduladha, berkurban sewaktu masih hidup di dunia ini, itulah yang paling beruntung di akhirat.
“Orang yang mengurbankan hartanya, maka hartanya akan kekal selama-lamanya. Barang-barang dan hewan yang kita kurbankan untuk agama Allah itu yang akan kekal selama-lamanya,” ungkap Ustad Jalanudin,Minggu (11/8/2019).
Nantinya, kata Jalanudin, orang-orang yang berkurban di dunia akan membawa harta mereka ke Surga. Mereka akan menemukan hartanya berlipat ganda yang tidak ada bandingannya. Allah SWT akan memperlihatkan kemlualiaanNya kepada orang yang berkurban, dan kerugiaan-kerugian harta yang tidak dikurbankan untuk agama Allah.

“Mari kita meningkatkan takwa kita kepada Alla SWT. Hari ini adalah hari yang agung, hari keagungan dan kemuliaan orang-orang yang berkurban untuk agama Allah,” sebutnya.
Iduladha, kata Jalanudin, di mana orang-orang yang merelakan kecintaannya kepada Allah dengan mengurbankan kecintaannya kepada sesamanya. Pada hari Iduladha, Allah SWT memberikan pelajaran kepada umat ini, sesungguhnya orang yang berkurban untuk agama Allah tidak akan disia-siakan oleh Allah.
Pengurbanan Ibrahim, sebutnya, yang mengurbankan anaknya untuk kecintaannya kepada Allah SWT, tidak disia-siakan. Allah memberikan kemuliaan kepada Ibrahim, dengan menjadikan berkah atas anak dan cucunya. Menurunkan nabi dan rasul-rasul dari cucunya.
“Sekarang karena kejahilan manusia, karena kebodohan manusia dianggap bila kita berkurban harta kita akan berkurang. Sesungguhnya, harta yang kita kurbankan itu harta yang akan diberkahi oleh Allah di dunia, dan harta yang akan kekal di akhirat,” ungkapnya.
Anak yang dikurbankan untuk agama Allah, kata Jalanudin, itulah harta yang diberkahi Allah di dunia. Anak ini akan menjadi anak kita yang selama-lamanya di akhirat nanti.
Sementara itu, Drs. Lukman, M.Si., ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) kabupaten Sikka, mengatakan, persiapan Iduladha 1440 Hijriah ini sangat baik. Peserta salat Iduladha di lapangan Kota Baru Maumere berjumlah sekitar 1.800 orang.
“Peserta salat Ied di lapangan Kota Baru ini berasal dari 9 masjid di kota Maumere. Persiapan hari raya Iduladha tahun ini lebih baik dibandingkan tahun kemarin,” tuturnya.
Lokasi salat Ied yang berada persis di depan gereja protestan jemaat Kalvari, kata Lukman, sudah dikordinasikan terlebih dahulu dengan pihak gereja. Hal ini mengingat hari raya Iduladha jatuh pada hari Minggu.
“Minggu lalu kami sudah kordinasikan terlebih dahulu, dan saya sendiri yang datang menyampaikan. Kebaktian yang biasanya jam 7 pagi diundur ke jam 8 pagi, agar lokasi parkir di depan gereja bisa dimanfaatkan untuk parkir kendaraan peserta salat,” ungkapnya.
Sementara itu Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, mengaku merasa bangga dengan kerukunan umat beragama di kabupaten Sikka. Semua umat beragama hidup dengan damai dan penuh toleransi.
“Pihak gereja pun mengundurkan jadwal kebaktian dengan sukarela, dan ini menunjukkan semangat toleransi antarumat beragama di sini,” ungkapnya.