KUALA KAPUAS – Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sudah memeriksa kesehatan puluhan hewan kurban yang banyak dijual di kabupaten tersebut.
“Sampai Kamis ada sekitar 30 ekor sapi dan 10 ekor kambing sudah kami periksa kesehatannya,” kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, drh. Anik Ariswandani, Sabtu (3/8/2019).
Pada Kamis (1/8), tim terus berkeliling memeriksa kesehatan hewan kurban seperti sapi, kerbau dan kambing. Dalam pemeriksaan kesehatan hewan yang dilaksanakan dalam dua hari di sejumlah tempat, pihaknya menemukan beberapa ekor sapi maupun kambing belum cukup umur dan juga kondisi hewan tersebut belum memenuhi syarat.
“Nah, ini kita sarankan juga kepada peternak untuk tidak dijual maupun dikurbankan,” katanya.
Pemeriksaan terhadap hewan kurban dilakukan pihaknya secara rutin setiap tahun, dalam rangka menyambut hari raya kurban atau Hari Raya Iduladha.
“Sapi dan kambing yang ditaruh peternak di Pasar Ternak Basarang, kita periksa kesehatannya, mulai dari kondisi tubuh, gigi, lidah, hidung, mata, telinga dan buah zakar hewan itu,”ucapnya.
Anik menyebutkan, untuk melihat kondisi kesehatan hewan seperti sapi dan kambing, dilihat kondisi hewan yang sehat dari matanya yang jernih, kemudian dari cermin hidungnya menunjukkan ada titik-titik air di hidungnya yang menunjukkan, bahwa sapi itu sehat.
“Sedangkan untuk kulitnya menunjukkan kulit yang bersih dan tidak ada sakit kulit, dan untuk buah zakarnya yang semetris atau yang sempurna. Selain itu, dari umur hewan kurban seperti kambing satu tahun ke atas dan sapi dua tahun ke atas. Itu bisa kita lihat dari susunan giginya,”terangnya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas di Pasar Ternak Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang kilometer 5 saat itu, mendapat sambutan baik dari sejumlah penjual hewan kurban di pasar setempat.
“Pemeriksaan kesehatan hewan ini tentunya sangat baik bagi kami, karena kita bisa tahu hewan yang kita jual dalam kondisi sehat atau tidak,” ucap Edy, salah satu penjual ternak hewan korban. (Ant)