Akses Jalan Ditingkatkan, Permudah Distribusi Hasil Pertanian Pedesaan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Sulitnya mendistribusikan hasil pertanian jadi kendala bagi sejumlah petani selama puluhan tahun. Berkat penggunaan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur, akses jalan lingkungan dan jalan pertanian bisa direalisasikan.
Arodi, pejabat sementara Kepala Desa Gandri, Kecamatan Penengahan menyebut akses jalan sangat dibutuhkan warga.

Sejumlah akses jalan lingkungan disebut Arodi berguna bagi mobilitas warga. Sebab selama ini konektivitas antar-dusun terhambat oleh akses jalan yang tidak lancar akibat kontur alam perbukitan dan lembah.
Penggunaan DD untuk infrastruktur disebutnya dilakukan pada sejumlah dusun secara merata dan berdasarkan skala prioritas.
Sejumlah infrastruktur jalan lingkungan diakuinya menjadi harapan masyarakat petani. Sebab selama ini petani kesulitan melakukan pengangkutan hasil panen padi, jagung, kelapa.
Akses jalan yang rusak saat musim penghujan dan tidak bisa dilintasi membuat prioritas pembangunan jalan dan jembatan dilakukan. Selain memudahkan distribusi hasil pertanian, jalan yang semula hanya dilintasi motor kini bisa dilalui mobil.
“Sebagai jalan untuk mobilitas warga, akses jalan yang ditingkatkan bisa mempermudah distribusi hasil pertanian untuk efisiensi biaya dan waktu. Tentunya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi petani,” ungkap Arodi saat ditemui Cendana News seusai proses pembangunan jalan lingkungan, Senin (26/8/2019).
Pembangunan infrastruktur jalan lingkungan sekaligus pertanian dilakukan oleh masyarakat. Pelibatan masyarakat dalam pengerjaan program pembangunan fisik menurutnya untuk menjaga kualitas.
Sebab sebagian pekerja merupakan warga sekitar dengan program padat karya. Melalui pemberdayaan masyarakat, infrastruktur yang dibangun bisa dibangun dengan standar mutu yang baik.
Melalui pembangunan jalan lingkungan sekaligus jalan pertanian, Arodi berharap distribusi hasil pertanian lebih lancar. Sebab sejumlah hasil pertanian desa Gandri kerap dikirim ke wilayah lain.
Sejumlah hasil pertanian diantaranya pisang, padi, kelapa, jagung, kelapa sawit dan sayuran memanfaatkan akses jalan tanah. Sebagian harus diangkut dengan ojek motor akibat mobil tidak bisa menjangkau lokasi.
“Setelah akses jalan lingkungan selesai dibangun petani bisa lebih mudah mendistribusikan hasil pertanian ke kecamatan lain lebih mudah,” ungkap Arodi.
Pada pembangunan jalan lingkungan, Senin (26/8) Arodi menyebut, dilakukan tahap pembuatan pondasi. Rencananya pada jalan sepanjang 160 meter akan dibuat jembatan, talud sepanjang 50 meter untuk menahan tanah.
Akses jalan di dekat lahan sawah dan kebun tersebut diakuinya kerap mengalami banjir sehingga menyulitkan distribusi hasil pertanian. Selain akan dibuat jembatan, talud, kondisi jalan dengan elevasi cukup tinggi akan diratakan memudahkan kendaraan melintas.
Eksan, sekretaris desa Gandri menambahkan, pemanfaatan dana desa sangat berguna bagi masyarakat. Sebab melalui infrastruktur sejumlah wilayah yang semula terisolir bisa diakses dengan mudah.
Pembangunan jalan lingkungan disebutnya memanfaatkan jalan cor beton. Sebab lebih awet dan bisa diperbaiki swadaya oleh masyarakat menggunakan semen dan pasir dibanding memakai aspal.
“Sejumlah titik jalan lingkungan yang diselesaikan pada 2018 sudah bisa dilalui dan tahun 2019 desa membuat akses jalan baru memudahkan akses warga,” ungkap Eksan.
Pembangunan yang langsung dikerjakan oleh masyarakat disebutnya juga diawasi oleh sejumlah unsur. Pengawasan diantaranya dilakukan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa Koramil 421/03 Penengahan, Bhabinkamtimbas Polsek Penengahan.

Pengawasan disebutnya bertujuan agar pembangunan infrastruktur dikerjakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Selain pembangunan infrastruktur jalan lingkungan dan pertanian, desa Gandri diakuinya terus berbenah. Pembenahan diantaranya dengan perataan lapangan desa untuk aktivitas olahraga.
Selain itu kegiatan pemberdayaan masyarakat menggunakan dana desa dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat. Mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai petani membuat infrastruktur jalan pertanian dan jalan lingkungan terus ditingkatkan agar bisa mendukung kemajuan desa setempat.