Proyek WC Komunal di Reroroja Terbengkalai

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Banyaknya warga Dusun Duli, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, yang membutuhkan toilet dan kamar mandi, membuat pemerintah menganggarkan dana untuk pembangunan toilet massal atau WC Komunal. Ada tiga lokasi di dusun ini yang dipilih untuk pembangunannya.

“Ada tiga lokasi pembangunan WC Komunal di desa persiapan Legu Woda, Desa Reroroja, khususnya di Dusun Duli. Semuanya dibangun menggunakan dana APBD II Sikka 2019,” jelas Frans Toki, Ketua BPD Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Selasa (9/7/2019).

Dikatakan Frans, dari dua lokasi pembuatan tersebut, tidak ada satu pun WC komunal yang selesai dibangun dan bisa dipergunakan warga. Pembangunannya terhenti dan tidak diketahui alasannya.

“Kami juga bingung, kenapa pembangunannya tidak selesai sehingga tidak bisa dipergunakan warga,” ungkapnya.

Frans Toki, Ketua BPD Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. -Foto: Ebed de Rosary

Frans mengaku tidak mengetahui berapa anggaran proyek tersebut, namun dirinya menyayangkan proyek tidak selesai. Dirinya berharap, agar pengerjaan proyek tersebut dilanjutkan agar bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau hanya sekadar membuat proyek dan tidak bermanfaat bagi masyarakat, lebih baik tidak usah dianggarkan. Lebih baik dananya dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat lainnya,” tegasnya.

Rudolfus Paskalis Dhika, warga Reroroja, mengatakan, warga sudah berulangkali menanyakan kapan proyek ini bisa dilanjutkan. Namun hingga saat ini, proyek tersebut belum ada kejelasan akan dilanjutkan atau tidak.

“Pemerintah melalui dinas terkait pun tidak ada keterangan terkait proyek gagal ini, apakah akan dilanjutkan atau tidak. Kasihan warga sudah merelakan tanahnya untuk pembangunan WC Komunal, tapi proyek terbengkelai,” tuturnya.

Dolfus, sapaannya, menyebutkan akibat tidak selesainya proyek tersebut membuat warga di sekitarnya terkena dampak. Air tergenang di dalam lubang-lubang WC yang digali dan menimbulkan bau tidak sedap, yang membuat warga sekitarnya merasa terganggu.

“Kalau musim hujan, pasti air akan penuh di dalam lubang-lubang tersebut, sehingga akan tergenang dan menimbulkan bau. Selain itu, warga takut air yang tergenang akan menjadi sarang nyamuk dan menimbulkan penyakit,” ungkapnya.

Dolfus berharap, pemerintah kabupaten Sikka melalui dinas terkait bisa segera menindaklanjuti keluhan, warga karena dampak dari gagalnya pembangunan sangat merugikan warga.

“Kalau tidak dilanjutkan proyeknya, lebih baik lubang WC yang sudah digali dan disemen tersebut ditimbun saja. Ini untuk mencegah timbulnya penyakit malaria dan lainnya, akibat air tergenang di lubang tersebut,” pintanya.

Pantauan Cendana News, lubang WC yang telah disemen tersebut memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter. Satu lokasi terdiri dari 8 lubang dan tampak besi-besi cor masih berdiri tegak di atas pondasi bangunan.

Ditakutkan saat malam hari dan suasana gelap membuat warga, terutama anak kecil yang melintas bisa terperosok ke dalam lubang tersebut. Warga berharap, agar proyek ini bisa selesai dan memebri manfaat bagi warga.

Lihat juga...