Penyuluh KB Miliki Peran Strategis Kendalikan Penduduk

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur minta petugas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) memiliki rasa percaya diri dalam memberikan manfaat untuk kebaikan yang akan datang.

Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltim, Dr. H. Isran Noor, saat menjadi keynote speaker pada Peningkatan Kapasitas dan Kinerja Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

Gubernur Kaltim Isran Noor – Foto: Ferry Cahyanti

“PKB/PLKB memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya pengendalian penduduk. Termasuk pembentukan ketahanan keluarga.

Karena itu penyuluh dan petugas KB jangan pernah merasa rendah diri. Tapi harus percaya diri. Apa yang dilakukan untuk kebaikan orang lain,” tegasnya, Rabu (3/7/2019).

Para petugas KB menurutnya, harus memiliki keyakinan diri bahwa pekerjaan yang dilakukan memberi manfaat baik bagi masyarakat.

Isran memberikan contoh pengalaman dirinya saat bertugas menjadi penyuluh lapangan pertanian selama belasan tahun. Bahkan, pernah berjalan kaki berkilo-kilo meter demi menemui petani.

Apalagi pihaknya pernah memiliki pengalaman karena bekerja sebagai penyuluh pertanian membangkitkan semangat diri dan bangga.

Sebab, ilmu yang ditularkan kepada petani membuahkan hasil dan dinikmati orang lain. “Bekerja pasti ada tantangan. Wajib kita bangga tapi bukan menyombongkan diri. Sebab pekerjaan yang dilakukan memberikan hasil bagi orang lain. Itulah pentingnya dedikasi dan loyalitas tinggi dalam bekerja,” ulas Isran Noor.

Saat ini pencapaian Contraseptive Prevalence Rate (CPR) per Kabupaten di Kaltim mencapai 72,2 persen dan Kota sebesar 68,7 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi pendekatan program KB di Kaltim hampir sama kuatnya. Sedangkan capaian CPR Kaltim per April ini sebesar 71,1 persen. Artinya ada tujuh diantara 10 pasangan usia subur (PUS) sedang memakai suatu cara ber-KB.

“CPR di Kaltim antara kabupaten dan kota hanya mempunyai selisih margin terpaut sebesar 3,56 poin,” sambung Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, H Elto.

Disebutkannya, kabupaten yang memiliki CPR tertinggi terdapat di Kabupaten Penajam Paser Utara 77,48 persen. Disusul Kabupaten Kutai Kertanegara dengan CPR 74,14 persen. Sedangkan untuk kota yang tertinggi dimiliki Balikpapan 69,11 persen, serta Kota Samarinda dengan CPR 68,23 persen.

“Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat menjadi benteng utama dalam ketahanan keluarga. Tujuan utama pemerintah menggalakkan program KB untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Terutama menciptakan keluarga yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, kemandirian keluarga dan mental spiritual serta nilai-nilai agama,” imbuhnya.

Lihat juga...