Pemprov DKI Beri Bonus Kafilah STQH 2019
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui bantuan dana hibah yang diberikan pada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) provinsi, memberikan tali kasih Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits kepada peserta, pelatih, dan official kafilah atau kontingen (STQH) DKI, yang tahun ini kembali menjadi juara umum di tingkat nasional dalam STQH ke-25 di Pontianak, Kalimantan Barat.
Gubernur DKI, Anies Baswedan, berpesan agar setiap penerima tali kasih yang terdiri dari pimpinan Kafilah, para pelatih, para pendamping, dan semua peserta dapat memanfaatkan bonus dari Pemprov DKI Jakarta tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Manfaatkan bonus ini sebaik-baiknya, jangan dinilai angka rupiahnya saja. Tetapi, nilai perhatian dari Pemprov. Karena setiap prestasi baik harus disyukuri dan gelar ini harus dipertahankan,” kata Anies Baswedan, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).
Anies mengaku bersyukur dengan prestasi kafilah DKI Jakarta, yang bisa mempertahankan juara umum, sehingga berhasil membawa pulang Piala Presiden Republik Indonesia.
Anies berharap, kafilah yang menjadi juara dalam STQH tak hanya berprestasi. Melainkan juga menginspirasi. Ia juga berharap ada kaderisasi yang baik, sehingga akan lahir penerus yang mampu mempertahankan status juara umum Kafilah Jakarta.
“Saya sampaikan terima kasih, bangga, dan apresiasi, bahwa kafilah DKI Jakarta bukan hanya berangkat dengan bawa nama baik, tapi pulang bawa inspirasi bagi yang lain. Atas nama Pemprov DKI Jakarta, saya menyampaikan rasa terima kasih, rasa bangga dan apresiasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI juga menargetkan juara umum dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diadakan dua tahun sekali.
“Dengan keberhasilan ini semangat kita untuk melahirkan para penerus juara STQH tetap terjaga. Sehingga harapannya lebih banyak bermunculan di Jakarta,” ungkapnya.
Gubernur Anies meminta pengurus LPTQ DKI Jakarta, untuk mencari kader-kader terbaiknya. Sebab, para kafilah dari daerah lain juga sedang berusaha meningkatkan kualitas untuk menyaingi DKI Jakarta.
“Sehingga nantinya keberhasilan di MTQ, STQH itu kita punya kader-kader yang baik terus. Peran LPTQ sangat mendasar proses kaderisasi,” kata Anies.
DKI mendapatkan piala presiden sebagai juara umum, mengalahkan Pemprov Banten di urutan kedua. Anies berharap keberhasilan itu dapat diteruskan di kemudian hari.
Para juara mendapatkan bonus untuk masing-masing peserta. Untuk juara I diberikan bonus sebesar Rp100 juta, Juara II Rp75 juta, Juara III Rp50 Juta, Harapan I Rp25 juta, Harapan II Rp20 juta, dan Harapan III Rp15 juta.
Kafilah DKI Jakarta berhasil menjadi juara umum dan membawa pulang tiga emas atau terbaik pertama, dua perak atau terbaik kedua, satu perunggu atau terbaik ketiga. Serta dua orang menjadi harapan pertama, dua orang harapan kedua, dan satu orang harapan ketiga.
Kafilah DKI Jakarta berangkat ke Pontianak sejak 27 Juni 2019 dan kembali ke Ibu Kota pada 7 Juli 2019. Mereka mengikuti seluruh, empat cabang dan 10 golongan untuk putra dan putri.
Bahkan tahfidz 10 juz meraih nilai tertinggi yang pernah diperoleh dalam sejarah, dengan poin 99,5. DKI Jakarta juga meraih penghargaan pendukung dengan meraih stan pameran terbaik tingkat nasional.