KSU Derami Munculkan Ribuan Lapangan Pekerjaan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Keberadaan pinjaman modal usaha Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) yang menjadi unit usaha satu-satunya di Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, cukup berperan dalam memunculkan lapangan pekerjaan.

Berdasarkan pembukuan KSU Derami Padang, saat ini ada sebanyak tiga ribu lebih masyarakat yang telah menikmati pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, dan yang masih tetap melanjutkan pinjamannya mencapai dua ribu lebih.

Dari jumlah itu lahir sejumlah usaha baru yang turut memunculkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, terutama untuk kalangan prasejahtera.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, peran pinjaman Tabur Puja yang menjangkau masyarakat prasejahtera tanpa disengaja telah memberikan lapangan kerja, baik sebagai pelaku usaha, maupun sebagai owner yang memperkerjakan sejumlah karyawan.

Istimewanya di sini, KSU Derami pangsanya kalangan masyarakat kurang mampu, dan membantu untuk mengubah status sosial menjadi masyarakat yang secara ekonomi mencukupi dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

“Kalau orang yang secara finansial mampu memunculkan lapangan kerja, mungkin sudah biasa. Nah bagaimana dengan dari masyarakat prasejahtera yang mampu membuka lapangan kerja, tentu sebuah capaian yang luar biasa,” katanya, Jumat (12/7/2019).

Ia menyebutkan meskipun nilai yang diperoleh oleh masyarakat yang menikmati pinjaman modal usaha dari Tabur Puja tidak terlalu besar, tapi pendapatan yang diperoleh mampu membantu sedikit banyak kebutuhan keluarga. Sementara bagi yang telah tumbuh ke usaha menengah ada yang telah mampu memiliki karyawan.

Untuk itu, melalui pinjaman modal usaha dari Tabur Puja sebanyak Rp2 juta dapat melahirkan sejumlah usaha rumahan, dan hal itu memunculkan lapangan kerja bagi masyarakat.

Usahanya beragam, seperti membuat keripik pisang dan singkong, menjahit baju, tenun, kerajinan barang bekas, dan banyak jenis usaha lainnya.

Artinya, dengan demikian, secara bertahap kondisi perekonomian masyarakat tumbuh dan memberikan dampak yang positif. Usaha rumahan memang terbilang usaha mikro, namun soal penghasilannya dapat membantu kebutuhan rumah tangga.

“Jadi dengan demikian mereka dapat membantu keluarga, dan juga membantu sedikit orang lain. Soal upah, sekarang itu usaha rumahan era kini  tidak perlu harus berjualan ke sana ke sini. Tapi cukup memasarkan ke situs belanja online, atau melalui akun pribadi media online. Jadi, sekarang ini dapat membantu usaha rumahan, sehingga jika punya karyawan, bisa dibayarlah,” ujarnya.

Menurutnya, jika diperkirakan antara usaha rumahan dengan usaha lainnya yang dijalani anggota KSU Derami, berbanding antara 60-40. Artinya memang usaha rumahan mendominasi, ketimbang usaha lainnya.

Dikatakannya, usaha lain yang dimaksud juga ada yang menjalani usaha pedagang kaki lima di sekolah – sekolah, jual pulsa, membuat tempat pangkas rambut, usaha rumah makan ampera, gorengan, kedai kopi, dan usaha lainnya.

“Kita memang menargetkan kondisi kemiskinan di Padang dientaskan, melalui ditumbuhkannya berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan memunculkan lapangan kerja. Target kita sebanyak – banyaknya usaha rakyat itu tumbuh,” ujarnya.

Bukti nyata tumbuhnya usaha rakyat ini, diakui oleh salah satu Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Kota Padang.

Ketua Posdaya Kumala Sepakat, Afniati, mengatakan, hidup bermasyarakat di kalangan penduduk yang sebagian besar adalah pegawai yang ada di Posdaya Sepakat, tidak jarang pemandangan ketimpangan sosial jelas terlihat. Kini kondisi ketimpangan itu, dibantu oleh Tabur Puja, melalui Posdaya Kumala Sepakat.

Ia menyebutkan, keberadaaan Posdaya yang didirikan sejak tahun 2014 lalu itu, berada di RT02/RW03, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Padang, Sumatera Barat. Kawasan tersebut, berada dari pusat kota, sehingga hampir sebagian besar masyarakat ekonomi menengah ke atas.

“Kalau berbicara anggota kita itu, sebenarnya ada 100 orang lebih. Tapi yang aktif itu sampai sekarang ada 75 orang. Mereka tergolong ekonomi lemah,” katanya.

Peni panggilan akrab mantan pengurus KSU Derami Padang yang merupakan koperasi mitra Yayasan Damandiri ini, menjelaskan, dahulu sebelum adanya Tabur Puja di Posdaya Kumala Sepakat, yang ekonomi lemah sangat terlihat kesuramannya dalam menjalani hidup berkeluarga.

Akan tetapi, dengan hadirnya Tabur Puja pada tahun 2014 itu, perlahan-lahan, Posdaya memberikan kesempatan kepada keluarga kurang mampu untuk bisa menjalankan usaha, dalam bentuk usaha kecil-kecilan. Buktinya, setelah empat tahun berjalan, terlihat geliat ekonomi masyarakatnya.

“Yang namanya tinggal di kalangan ekonomi menengah ke atas, bagaimana pun juga perbedaan itu pasti terlihat. Nah, kita ingin dalam waktu jangka panjang nanti terjadi kesetaraan dari sisi ekonomi,” ujarnya.

Peni menyebutkan hadirnya Tabur Puja di Posdaya Kumala Sepakat, usaha – usaha yang banyak dijalani oleh masyarakat setelah mendapatkan pinjaman modal usaha, terdiri dari usaha rumahan, warung kelontong, kerajinan, dan usaha berdagang sarapan pagi.

“Di Posdaya Kumala Sepakat, hampir dikatakan pembayaran pinjaman kredit lancar. Bahkan peminjaman modal usaha maksimal ke Tabur Puja mencapai Rp5 juta,” jelasnya.

Angka peminjaman modal usaha dengan jumlah Rp5 juta itu, dari 73 anggota yang aktif bisa mencapai 40 persen yang telah mencapai peminjaman ke jumlah Rp5 juta. Sementara itu juga anggota baru  mendapatkan pinjaman dengan jumlah Rp2 juta.

“Jadi beberapa anggota yang merupakan sebagai kecil itu, pinjaman modal usaha berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta. Dengan besarnya pinjaman modal usaha, sebagai bukti usaha masyarakat tumbuh dengan baik,” paparnya.

Untuk itu, kehadiran KSU Derami Padang yang dimodali oleh Yayasan Damandiri, telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di Padang.

Diperkirakan jika KSU Derami berjalan dengan baik, maka dalam jangka panjang tidak ditemukan lagi keluarga yang memiliki ekonomi lemah.

Lihat juga...