Kekeringan, Empat Desa di Sikka Krisis Air Bersih

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Kemarau yang berkepanjangan di Nusa Tenggara Timur telah berdampak terjadinya kriris air bersih di Kabupaten Sikka.

Debit sumber mata air yang menurun, membuat warga desa kekurangan air bersih. Lahan pertanian termasuk sawah juga mulai mengalami kekeringan. Hal tersebut akan berdampak kepada menurunnya produksi padi.

“Sementara ini ada 4 desa yakni, Nelle Lorang, Nelle Urung, Nelle Barat di Kecamatan Nelle. Serta Desa Bhera di Kecamatan Mego, yang mengalami krisi air bersih,” sebut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Mohammad Daeng Bakir, Kamis (25/7/2019).

Krisis air, membuat lahan pertanian di Kecamatan Magepanda juga kekurangan air. Banyak areal persawahan mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Para petani disebut mantan Kepala Dinas Kehutanan Sikka tersebut, terpaksa membiarkan lahan sawahnya. Petani yang mempunyai uang, mencoba menyelamatkan lahannya dengan membeli solar untuk menghidupkan mesin pompa air untuk mengairi sawah.

“Dalam rangka penanganan darurat kita telah melakukan kordinasi. Bupati Sikka telah menyatakan saat ini bencana kekeringan dan kita akan lakukan penanganan darurat selama 30 hari ke depan,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka,Mohammad Daeng Bakir (kiri) bersama dandim 1603 Sikka Letkol Inf.Sugeng Prihatin, saat memaparkan kondisi kekeringan yang terjadi di daerahnya, Kamis (25/7/2019) -Foto : Ebed de Rosary

Kekeringan diprediksi Daeng Bakir, akan berlangsung hingga akhir Oktober 2019. Pihaknya berkordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk Polres Sikka dan Kodim 1603 Sikka serta aparatur kecamatan dan desa, untuk menangani masalah tersebut. Sebanyak 21 kecamatan dan 147 desa telah disurati agar segera mendata dan melaporkan kondisi kekeringan di daerahnya.

Data riil diperlukan, agar bisa diambil langkah darurat penanganan. “Kita terus melakukan upaya penanganan darurat dengan menyuplai kebutuhan air bersih ke desa-desa di Kecamatan Nelle dan juga Mego yang telah memberikan data,” ungkapnya.

Di Kecamatan Nelle tercatat ada sekira 130 Kepala Keluarga (KK), yang kesulitan air bersih. Selain dampak pada penduduk, pendataan juga dilakukan terhadap dampak di bidang pertanian. Kordinasi dengan Dinas Pertanian, pihak kecamatan dan desa dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan air di lahan pertanian. Ini penting untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan.

Warga Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Kamilus Ardianus menyebut, suplai air bersih di wilayahnya berkekurang. Debit air di kali juga turun, termasuk debit air di mata air.

Hal itu menyebabkan suplai air ke desa melalui pipa-pipa yang dipasang menurun drastis. “Untung saja di dekat desa ada mata air yang keluar dari lubang batu persis di jalan raya. Banyak warga desa yang mengambilnya untuk air minum. Warga juga ada yang mencuci pakaian di tempat ini,” pungkasnya.

Lihat juga...