Keberadaan Dokter Spesialis di Sumbar Belum Merata
PADANG – Keberadaan dokter spesialis di Sumatera Barat masih belum merata. Tertama untuk daerah yang berada di pelosok.
“Jumlah dokter di Sumbar mencukupi tapi belum merata dan banyak menumpuk di kota, di Mentawai kurang sekali termasuk di kabupaten lain,” kata Ketua IDI Sumatera Barat, Pom Harry Satria di Padang, usai kegiatan Hexpharm Jaya Learning Forum dengan tema Manajemen Klinik di era Jaminan Kesehatan Nasional digelar oleh PT Hexpharm Jaya, Minggu (7/7/2019).
Menurutnya, hal itu menjadi persoalan yang perlu dibahas bersama. Saat ini keberadaan dokter spesialis masih menumpuk di kota terutama Padang. Total dokter di Sumbar saat ini sudah mencapai 1.500 orang dan 15 persen diantaranya adalah dokter spesialis. “Permasalahan tidak meratanya dokter bukan karena mereka tidak mau namun ada hal yang terkait dengan dukungan pemerintah daerah,” tandasnya.
Dukungan, menjadi salah satu tantangan. Diharapkan ke depan Sumbar menjadi salah satu daerah yang sebaran dokternya merata. Tantangan lain yang dihadapi adalah, ketersediaan daya dukung seperti obat. “Misalnya di Mentawai kalau ingin melakukan perjalanan dengan kapal bisa memakan biaya Rp7 juta hingga Rp8 juta,” tandasnya.
Ini juga terjadi di Kabupaten Pasaman Barat dan Solok Selatan yang medannya sulit untuk dijangkau. Oleh sebab itu, diharapkan, produsen obat bisa memfasilitasi penanganan persoalan tersebut. (Ant)