Inggris Penjarakan Pelaku Perbudakan Ratusan Warga Polandia

Ilustrasi -Dok: CDN

LONDON – Pengadilan Inggris, menjebloskan delapan pemimpin komplotan yang telah memperdagangkan ratusan warga negara Polandia sebagai budak.

“Vonis tersebut dijatuhkan, dalam penuntutan perbudakan modern, yang belum pernah terjadi sebelumnya,’ kata pihak berwenang Inggris.

Komplotan itu memikat para korbannya untuk pergi ke Inggris dengan janji palsu. Mereka menjanjikan pekerjaan dengan upah yang menarik, dan memperoleh penginapan. Hal tersebut dilakukan, hanya untuk memaksa bekerja sepanjang hari dengan upah rendah. “Mereka yang berusaha kabur mendapatkan siksaan atau diancam,” bunyi pernyataan lebih lanjut pihak berwenang tersebut.

Pengadilan itu menjatuhkan hukuman terhadap lima orang lain di awal tahun ini, atas dakwaan serupa. Hukuman mereka berkisar antara tiga hingga 11 tahun. “Ini merupakan penuntutan terkait perbudakan modern terbesar di Kerajaan Inggris dan mungkin di Eropa,” kata Mark Paul, dari CPS West Midlands dalam satu pernyataan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, skala operasi dari kelompok tersebut benar-benar mengejutkan. “Jutaan pound berhasil dijaring oleh kelompok kejahatan, sebagai hasil dari eksploitasi mereka yang sistematis terhadap anggota masyarakat Polandia yang rentan,” jelasnya lebih lanjut.

Yang jadi mangsa adalah mereka yang putus asa tidak memperoleh pekerjaan, tunawisma atau mereka yang kecanduan obat terlarang. Para korban ditampung berdesak-desakan, dengan kondisi yang mengenaskan. Para korban dibayar 10 pound atau setara 13 dolar per-minggu.

Polisi setempat mulai melakukan investigasi, ketika badan amal anti perbudakan Hope for Justice, melihat peningkatan jumlah orang Polandia yang datang ke Inggris. Mereka juga melaporkan kepada pihak berwenang mengenai kondisi tersebut.

Menurut CPS, para majikan hidup menghasilkan lebih dari dua juta pound, dengan melakukan hal-hal seperti menahan upah dan memaksa korban untuk mengklaim tunjangan pemerintah sebelum menahan uang sendiri. “Komplotan itu tidak hanya mengambil uang para korban, tetapi juga mencabut kebebasan mereka, menggunakan ancaman dan kekerasan untuk menakut-nakuti mereka dan mengendalikan hidup mereka,” kata Paul.

Apa yang terjadi di Inggris itu sangat mengagetkan, dan berharap pengakuan-pengakuan tersebut akan membantu menyingkap masalah dan berusaha memerangi perbudakan modern. Inggris disebut-sebut, menjadi rumah bagi sedikitnya 136.000 budak modern, menurut indeks Global Slavery yang dikeluarkan kelompok hak asasi manusia Walk Free Foundation. Banyak diantara mereka bekerja di sektor bisnis mulai dari bar, pencucian mobil dan ladang. (Ant)

Lihat juga...