Hasil Panen Menurun, Petani Buah di Purbalingga Alami Kerugian

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PURBALINGGA — Para petani buah di Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.  Tanaman jeruk yang ditanam petani, daun dan bunganya banyak yang rontok, sementara yang sudah menjadi buah, kualitasnya juga kurang bagus.

Salah satu petani buah, Sudarno. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Akhir-akhir ini hasil panen jeruk kurang bagus, ukuran jeruk lebih kecil dan jumlahnya sedikit. Daun tanaman serta bunga banyak yang rontok, jadi banyak petani yang merugi,” keluh salah satu petani jeruk, Sudarno, Senin (22/7/2019).

Selama ini, Desa Karangcengis dikenal sebagai sentra jeruk dengan kualitas bagus. Bahkan sejak 1990-an, jeruk Karangcengis sudah dijual hingga keluar Purbalingga. Suplai terbanyak ke wilayah Bogor.

Kondisi kualitas hasil panen yang menurun ini sudah terjadi sejak setahun terakhir. Bahkan menurut Sudarno, pada musim jeruk tahun lalu, banyak jeruk dari luar yang masuk ke Purbalingga, sehingga nasib petani jeruk kian terpuruk.

“Jeruknya sekarang kecil-kecil, tidak bisa besar lagi seperti dulu, sehingga banyak konsumen yang beralih ke jeruk lain. Padahal selama ini cukup merajai pasar, tidak hanya di Purbalingga, tetapi sampai luar daerah,” tuturnya.

Para petani berharap, Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga untuk turun dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanah pertanian di Desa Karangcengis. Sebab, selama ini, jenis tanaman jeruk yang ditanam ataupun pola tanam yang dilakukan petani tidak berubah, tetapi hasilnya menurun dratis.

“Kemungkinan tanahnya rusak atau tercemar, sehingga kami berharap ada pemeriksaan kondisi tanah dari dinas terkait,” katanya.

Kawasan pertanian buah di Karangcengis sejak tahun 2017 lalu dijadikan kawasan wisata buah. Dan Sudarno merupakan salah satu petani yang menanam jeruk di kawasan wisata buah Botania Garden (Bogar) tersebut.

Menurunnya hasil panen, tidak hanya dialami oleh petani jeruk, tetapi juga oleh para petani jambu. Jambu Citra yang ditanam petani banyak yang mati. Jambu Citra merupakan jambu air yang berwarna merah, selama ini yang dikenal sebagai sentra Jambu Citra adalah Demak dan petani di Purbalingga mencoba untuk ikut menanam jambu tersebut. Selain kondisi tanah, para petani di Karangcengis juga belum berpengalaman menanam Jambu Citra, sehingga hasilnya tidak maksimal.

Menanggapi keluhan para petani tersebut, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyatakan, ia akan mengintruksikan petugas dari Dinas Pertanian untuk secepatnya turun melihat kondisi tanaman buah di Karangcengis. Sebab, icon Karangcengis sebagai sentra penghasil jeruk harus dipertahankan.

“Selama ini jeruk Karangcengis dikenal enak dan laku di pasaran, dan itu harus dipertahankan,” pungkasnya.

Lihat juga...