Festival Gasing Siak Dimeriahkan Tim dari Singapura
SIAK – Festival Gasing Internasional II di Kabupaten Siak tidak hanya diikuti tim dari Riau, tapi juga dimeriahkan tim dari Singapura.
” Festival Gasing ini menjadi ajang silaturahmi, ini juga adalah kesempatan kita untuk bergembira. Karena pada permainan ini tak pernah ada berkelahi, suasananya pasti akan hiruk-pikuk gembira meskipun kalah,” ujar Gubernur Riau, Syamsuar, saat membuka festival di Taman Tengku Sultanah Aminah, Siak.
Gasing disebutnya, sebagai permainan rakyat, yang dulu banyak dihelat masyarakat. Kegiatan terbuka seperti ini dilakukan sejak dahulu, dan pesertanya banyak yang datang dari luar Siak. Diharapkan hal tersebut dapat menular ke kabupaten dan kota lain di Provinsi Riau. Pasalnya, permainan rakyat harus dilestarikan agar tidak hilang, sekaligus menjadi bagian dari promosi wisata daerah.
Ketua Pengurus Besar Persatuan Gasing Indonesia (Pergasi), Agus MD, yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, selain di Indonesia, permainan ini juga sudah ada persatuannya di lima negara Asia Tenggara. “Diprakarsai Malaysia dibentuk nama persatuannya Asean Gasing Association. Anggotanya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand. Sudah beberapa kali juga diadakan Seminar Gasing tingkat Asia Tenggara,” tandasnya.
Laki-laki dari Bangka Belitung tersebut berharap, ada gelanggang gasing berstandar nasional di Siak. Jika diwujudkan, maka Riau akan menjadi provinsi kedua di Indonesia setelah Bangka Belitung yang memiliki sarana tersebut.
Bupati Siak, Alfedri, menyebut, festival kali ini pelaksanaanya akan lebih baik dari tahun lalu. Hal itu mempertimbangkan peserta yang datang banyak dari luar provinsi bahkan luar negeri. “Diharapkan juga seluruh kecamatan di Siak bisa membina pegasing handal, hingga muncul yang berprestasi,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pariwisata Siak, Fauzi Asni, menambahkan, jenis pertandingan dalam ajang itu adalah Gasing Berembang dan Jantung. Untuk yang Berembang, pesertanya 16 tim terdiri dari Singapura dan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau serta dari Pekanbaru, Bengkalis, Meranti dan Siak. Kemudian ada 12 tim untuk Gasing Jantung, mereka berasal dari Tanjung Balai Karimun, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Siak. (Ant)