Era Digital, Masih Ada Sekolah di Yogya Belum Punya Komputer

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Di tengah era digital dan internet yang sudah sangat modern seperti saat ini, ternyata masih ada anak-anak siswa Sekolah Dasar (SD) yang belum pernah mendapatkan pelajaran praktik komputer, karena tidak adanya fasilitas perangkat komputer di sekolah mereka.

Hal itu bahkan terjadi di tengah-tengah kota yang selama ini mendapat predikat sebagai kota pendidikan, yakni Kota Yogyakarta. Sejumlah sekolah negeri tingkat SD di kota Yogyakarta diketahui belum memiliki satu pun perangkat komputer yang dikhususkan bagi pembelajaran siswa.

Salah satunya seperti terlihat di SD Negeri Wirosaban Yogyakarta. Sebanyak kurang lebih 107 siswa, mulai dari kelas 1-6 di sekolah ini selama ini tak mendapatkan pelajaran praktik komputer.

Salah seorang guru SD Negeri Wirosaban, Dwi Rustinah. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Memang selama ini siswa disini tidak mendapatkan pelajaran praktik komputer. Karena memang kita tidak memiliki perangkat komputer untuk siswa,” ujar Dwi Rustinah, Kamis (4/7/2019).

Rustinah mengatakan, selama ini pihak sekolah sebenarnya telah berupaya melakukan pengadaan perangkat komputer. Baik itu lewat bantuan dari Dinas Pendidikan, maupun melalui pengadaan sendiri dengan memanfaatkan dana BOS.

“Sebenarnya kita punya sejumlah komputer laptop. Ada yang dari bantuan dinas. Ada pula yang kita beli sendiri lewat dana BOS. Tapi sebagian komputer rusak. Sementara komputer yang masih berfungsi, digunakan untuk perpustakaan dan kantor. Sehingga tidak ada yang bisa untuk praktik siswa,” katanya.

Pihak sekolah sendiri sebenarnya mengakui perlunya perangkat komputer bagi pembelajaran para siswa. Hal itu dinilai menjadi sebuah tuntutan lumrah di era yang sudah semakin modern seperti saat ini. Terlebih banyak sekolah tingkat SD lainnya sudah memiliki perangkat komputer untuk pembelajaran siswanya.

“Karena tidak ada bantuan, maka kita harus secara bertahap melakukan pengadaan komputer sendiri. Sebenarnya dulu kita pernah memberikan pembelajaran komputer bagi siswa. Yakni bekerjasama dengan lembaga kursus. Namun karena sekolah tidak boleh menarik iuran pada siswa, sekarang ditiadakan,” katanya.

Rustinah hanya bisa berharap agar, pihak terkait dapat memberikan bantuan perangkat komputer ke sekolahnya. Sehingga seluruh siswanya dapat belajar mengoperasikan komputer, dan tidak ketinggalan dari siswa di sekolah-sekolah lainnya.

“Target kita, paling tidak punya 10 perangkat komputer untuk siswa. Jadi siswa bisa ganti-gantian belajar mengoperasikan,” pungkasnya.

Lihat juga...