Empat Kabupaten tak Ikut TdS 2019

Editor: Koko Triarko

PADANG – Tingkat kepersertaan sejumlah daerah di Sumatra Barat dalam iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS), hingga tahun ke-11 ini mengalami penurunan. Tahun ini ada empat kabupaten dan kota yang menyatakan urung terlibat, dari 18 kabupaten dan kota yang biasa ikut memeriahkan TdS. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Oni Yulfian, mengatakan empat daerah yang tidak ikut terlibat itu, yakni Kabupaten Sijunjung, Kota Solok, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Padang Pariaman. Sementara untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai memang tidak pernah ikut terlibat.

Ia menyebutkan, setiap daerah memiliki alasan yang berbeda untuk tidak ikut terlibat pada TdS 2019. Seperti Kabupaten Pasaman Barat, yang kini sedang fokus kegiatan lain. Serta untuk Kota Solok akan menyelenggarakan acara MTQ Nasional, sehingga tidak cukup anggaran, bila tetap ingin menyelenggarakan TdS 2019.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit/ Foto: M. Noli Hendra

“Alasannya pasti bagi daerah yang tidak bisa ikut itu, saya tidak bisa memberikan penjelasan yang lebih rinci, karena khawatir salah paham. Mengingat keputusan ada di daerah, maka penjelasan ada di masing-masing kabupaten dan kota,” katanya, Jumat (5/7/2019).

Menurut Oni, TdS 2019 direncanakan akan digelar pada 2-10 November, dengan rencana ada terbagi sembilan etape dengan Grand Start di Kota Pariaman dan Grand Finish di Kota Padang.

Berikut etape TdS 2019 :

Etape I : Kota Pariaman – Tanah Datar.

Etape II : Pasaman – Bukittinggi

Etape III : Payakumbuh – Sawahlunto

Etape IV : Limapuluh Kota – Dharmasraya

Etape V : Kabupaten Solok – Agam

Etape VI : Padang Panjang – Solok Selatan

Etape VII : Kayu Aro – Kerinci

Etape VIII: Sungai Penuh – Pesisir Selatan

Etape IX : Pesisir Selatan – Padang

“Etape itu masih tentatif. Nanti akan ditetapkan pada Rapat Koordinasi TdS pada 12 Juli. Tapi ada kemungkinan besar tidak berubah, tapi kita masih menunggu hasil survei yang saat ini sedang dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Oni juga menyatakan pada TdS 2019 ini ada rute baru yang bisa dijajal oleh para pebalap TdS, yakni melintasi dua provinsi yang berbatasan langsung antara Provinsi Sumatra Barat dengan Provinsi Jambi. Dari etape yang direncanakan, sejauh ini ada etape 7 dan etape 8 yang bisa ditaklukan oleh pebalap menjajal daerah Kerinci Jambi.

“Untuk etape yang memasuki daerah Jambi itu, jalan dan pemandangan cukup. Untuk startnya di Kabupaten Solok Selatan dan menuju Sungai Penuh Jambi direncanakan finish di salah satu danau di sana. Hari besok dilanjutkan lagi menuju Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat,” jelasnya.

Oni memperkirakan, jarak tempuh untuk masing-masing etape 7 dan etape 8 tidak sampai 200 kilometer. Namun dengan hadirnya etape melalui Provinsi Jambi, dipastikan TdS 2019 akan sangat menarik, dan diperkirakan bakal ramai peserta pebalap dari berbagai negara.

“Sekarang Jambi ikut, tentunya kita undang, agar Jambi mengirimkan tim balap sepedanya untuk ikut serta TdS 2019. Tujuannya jika tim ramai yang ikut, maka kemeriahan TdS 2019 akan makin terasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan untuk pelaksanaan TdS 2019 yang melibatkan Provinsi Jambi telah dapat dipastikan, karena telah ada kerja sama atau MoU antara kedua pihak.

“Sekarang hal yang tengah dilakukan, ya jalanuntuk daerah Provinsi Jambi. Karena di sana ada beberapa titik jalan yang harus diperbaiki, itu kata tim teknisnya. Selebihnya kita sudah sepakat untuk menyukseskan TdS 2019,” ucap Nasrul.

Di sisi lain, Wagub tidak mempersoalkan adanya 4 daerah yang tidak bisa iku terlibat pada TdS 2019, karena memang lagi ada beberapa kegiatan, baik lokal maupun nasional, yang membutuhkan dana yang cukup besar. Apalagi dalam pelaksanaan TdS, anggaran tidak lagi dari Kementerian Pariwisata, melainkan ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Anggaran TdS memang cukup besar. Jadi, memang tidak bisa dipaksakan ikut terlibat. Seperti halnya Kota Solok tengah mempersiapkan MTQ Nasional, jadi butuh dana juga. Kendati demikian, kita berharap dengan bergabungnya Jambi, TdS 2019 jadi lebih baik dari TdS tahun sebelumnya,” harapnya.

Melihat tahun lalu, dalam pelaksanaan TdS juga hampir sama pada tahun ini. Ada beberapa daerah yang tidak bisa ikut terlibat dalam TdS, dengan alasan yang hampir sama. Pada TdS 2018, daerah yang tidak ikut, yakni Kabupaten Padang Pariaman, dan Pasaman Barat.

Lihat juga...